"riset" yang tidak ilmiah dari Bung Abu ini juga diucapkan oleh Sri Bintang.
Dia bilang di teve, "Rupanya masyarakat masih lebih senang lihat bendera
daripada program". Asumsinya calon presiden PUDI ini rupanya masyarakatnya
masih super-goblok yang mau memilih partai karena benderanya doang. Dalam
kasus ini, Bintang tidak fair melihat kenyataan bahwa PUDI kalah dari PDI
Perjuangan, bahkan dari Golkar sekalipun!
Pendapat Bung Amin, saya pikir lebih obyektif.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
-----Original Message-----
From: Amin Riza <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 08 Juni 1999 22:36
Subject: Re: [Kuli Tinta] "Riset" Why PDI-P to be winner
Bung Abu,
Dalam pandangan saya, pointers Anda sangat melecehkan kemenangan PDIP.
Secara keseluruhan Anda ingin mengatakan bahwa memilih PDIP adalah langkah
keliru, karena dasarnya cuma kasihan (point 1), korban iklan (point 2),
masyarakat masih bodoh (point 3) dan numpang popularitas babe (point 4).
Begitukah cara Anda merendahkan jutaan masyarakat pemilih di Indonesia ??
Kalau benar begitu, Andalah orang yang patut dikasihani dan perlu
penyembuhan segera.
Dari beberapa teman simpatisan PDI, saya dapat merangkum beberapa strong
points mengapa mereka memilih PDIP :
1. Konsolidasi PDIP yang luas dan solid selama beberapa tahun telah mampu
menggalang simpati dan keteguhan jiwa, bahkan untuk kelompok tertentu telah
menjadi fanatisme. Sehingga rudal MUI dan tokoh Islampun tak mampu
menggoyahkannya.
2. PDIP dipandang sebagai alternatif yang aman, karena sifatnya sebagai
reformis yang moderat, dan mengakomodasi kalangan yang lebih luas, sehingga
dianggap lebih mampu mengatasi keterpurukan bangsa.
3. Faktor digencet, anak Soekarno dsb. tidak begitu dominan, karena semua
orang sibuk mengasihani dirinya sendiri, dan reputasi Soekarno juga nggak
selamanya dipandang positip. Kalau soal digencet, bukan jaman Orba saja,
jaman reformasi-pun semua berusaha mendiskreditkan dengan segala cara.
Empati memang ada tetapi tidak dominan.
4. Perilaku pimpinan PDIP yang selalu bekerja dalam tim dan kompak dipandang
lebih memberi harapan daripada (partai) yang pimpinannya ingin menonjol
sendiri.
5. Reputasi Megawati yang bebas KKN, kredibel, nggak banyak mulut, teguh
pendirian dan mampu memanage timnya yang sangat heterogen, lebih memberi
harapan.
Berpikirlah positip, karena Anda tidak akan menjadi lebih tinggi dengan
merendahkan orang lain. Salah satu penyakit jiwa yang berbahaya adalah tidak
suka melihat keberhasilan orang lain.
--
On Tue, 08 Jun 1999 08:56:54 abu wrote:
>Saya ingin memprediksi tentang kenapa PDI-P sementara unggul di medan
>Pemilu 1999 koreksi bila saya salah :
>1. PDI-P selama orde baru selalu "digencet" sehingga masyarakat
>cenderung memilih PDI-P karena simpatik
>2. Iklan PDI-P banyak yang memberikan "perintah" untuk mencoblos nomor
>11
>3. Masyarakat masih belum memandang program-program serta platform
>partai tetapi lebih kepada banyaknya peserta
> kampanye di jalanan yang didominasi oleh PDI-P (Pokoke gimana
>ramenya)
>4. Figur Megawati sebagai anak bapak bangsa
>lain-lain ada yang nambahkan ?
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>PEMILU 7 Juni 1999: Pilih MASA DEPAN BARU bagi Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://my.lycos.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!