Dear Bung Martin,
Cobalah Anda berfikir secara jujur, menurut anda kalau kita
memilih partai, tentunya kan kita akan melihat/mempertimbangkan :
1. Program partai
2. Pemimpin Partai
3. Orang-orang di belakang partai
4. Peluang Menang Partai
5. Massanya
6. Sukunya
7. Agamanya
8. Pendidikannya
6. dsb...dsb.
Harapan saya untuk pemilu-pemilu berikutnya tak ada lagi istilah memberi
dukungan kepada tanda gambar/orang tertentu tanpa reserve atau tanpa
alasan yang jelas.
contoh kasus :
Apakah anda akan memilih seorang istri tanpa tahu latar belakang,
pendidikan, visi dia, dst..dst.
Saya fikir naif kalau kita mengabaikan hal itu. Bagi saya istilah nya
adalah si Pandir.
Masalah eksploitasi agama, itu kan biasa saja-namanya juga politik,
Faktanya masalah agama itu mungkin termasuk dalam salah satu pertimbangan
kita dalam memilih, dan itu sah saja dalam berdemokrasi kan ???, walaupun
bagi saya blow-up isu agama itu juga terasa sebagai hal yang pandir. Toh
kalau masyarakat sudah "pintar", maka isu-isu seperti itu tak perlu
dimunculkan. Dan masyarakat akan mengerti sendiri.
Yah tapi itu semua kan tergantung pendapat pribadi anda, kita ini kan
berdemokrasi dan kita masing-masing berhak punya pendapat,
penting masing-masing kita tidak saling memaksakan pendapat dan kehendak.
Ya toh....!!!
On Wed, 9 Jun 1999,
Martin Manurung wrote:
> Terserah anda deh kalau bilang rakyat Indonesia ultra-goblok. Tapi, bagi
> saya rakyat Indonesia itu pintar! Mereka bisa berpikir bijaksana untuk
> mengabaikan seruan orang-orang yang mengeksploitasi agama untuk kepentingan
> politis.. Pintar sekali!
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
> -----Original Message-----
> From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Kuli Tinta List <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 09 Juni 1999 12:28
> Subject: Re: [Kuli Tinta] "Riset" Why PDI-P to be winner
>
>
> Saya lebih condong ke DR. Sri Bintang Pamungkas. Memang masyarakat
> Indonesia masih super-goblok bahkan ultra-goblok, memilih sesuatu tanpa
> tau isinya memang seperti cerita si Pandir. Anda jangan heran memang
> bangsa Indonesia ini memang masih tergolong pandir, karena orang yang bisa
> mikir baru beberapa persen saja dan mendominasi.
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!