Kalau di Jepang harusnya Haji Mohammad Andi "Gulat" Galib sudah ke alam
kubur karena malu dengan hasil karyanya
yang terdapat di rekening pribadi dan istrinya.
Suap .... korupsi .... Kolusi ... pppuiiiihhh  pergi sana ke alam kubur...
Tobat ... tobat ... tobat itu yang harus dilakukan oleh mereka sebelum
mati....

GIGIH NUSANTARA wrote:

> Andi M. Gulat.
>
> Orang satu ini mengira bahwa yang namanya instansi Kejaksaan Agung
> adalah warisan dari embah-nya saja. Enak betul pentol-kecap ini
> membagibagi mobil ke bawahannya, dengan mobil yang sangat mahal, tanpa
> malu bahwa pemerintah dan rakyat banyak sedang menguras otak hanya
> untuk bisa makan esok hari. Bahkan tanpa penjelasan yang bisa diterima,
> baik akal atau prosedural. Toh sejauh itu, yang namanya Dep Keu juga
> tak ada tindakan mengusut dari mana tuh duitnya.
>
> Pentol-kecap ini juga begitu santainya mengusut pak-ndut, padahal
> seluruh rakyat, sebagian besar (karena ada yang masih suka, tuh, sama
> duit pak ndut) sudah sangat marah, bahkan sudah disalurkan melalui Tap
> MPR segala. Yang disodorkan adalah jumlah perkara-perkara lain, yang
> bukan prioritas.
>
> Lebih-lebih enak saja andi-m-gulat ini menyimpan duit sumbangan untuk
> gulat di rekeningnya. Wah, bunganya pasti sangat besar, wong yang
> disimpen juga akeh.
>
> Padahal, sumbangan dari Prayogo disebut-sebut cuma 450-juta. Sementara
> rekening pentol-kecap ini mencapai 9-miliar. Apa semua itu duit gulat
> kabeh?
>
> Persoalan lalu dicoba dipindahkan ke aspek prosedural, yaitu, kenapa
> Lippo bocorin rekening gua? Padahal, yang kini dituntut oleh rakyat
> adalah, dari mana datangnya itu kepeng?
>
> Seandainya aku diminta untuk berpendapat, maka lebih baik Lippo
> melanggar UU Perbankan untuk urusan berantas korupsi ini. Artinya aspek
> keadilan umum harus lebih dikedepankan dibanding dengan penghormatan
> terhadap UU. Rasanya akan jadi sulit mempercayakan urusan pembersihan
> negeri ini kepada andi-m-gulat yang belepotan seperti ini.
>
> Yang lebih membuat dugaan saya bahwa instansi kejagung adalah warisan
> emak-nya andi-m-gulat adalah enak saja pentol-kecap ini memposisikan
> instansinya bukan sebagai jaksa-penuntut tetapi malah jadi pembela bagi
> beberapa pihak, tetapi sudah menjadi algojo kalau itu dihadapkan ke
> pihak lain. Ya, eksekutor !
>
> Ya, Allah, kembalikan dia ke jalan yang benar.
>
> GIGIH
>
> _________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke