-----Original Message-----
From: Franca A.S. Wenas <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, June 11, 1999 3:57
Subject: [Kuli Tinta] FW: [Kuli Tinta] Andi M. Gulat


>Coba bung GG pikir dari mana uang sebanyak itu bisa datang untuk periode
>seperti itu. Dengan gaji yang 7 juta rph, katakanlah netto gajinya 15 juta
>rph dengan berbagai tunjangan. Nah kalikan saja dengan periode jabatannya.
>Apa sampai tuh dengan angka yang kira-kira 9.000.000.000 itu. Wah yang
>begini ini dikatakan gigih memberantas KKN. Ini sih namanya aji mumpung,
>.......pagar makan tanaman, sekali mendayung 2-3 pulau terlalui, ...dsb.

Betul sekali deh..
bahkan alasan bahwa PGSI belum punya rekening di Bank, itu BULLSHIT!. Semua
juga tahu, kalau sekarang ini membuka rekening di Bank itu mudahnya bukan
main. Sehari-pun jadi. Apalagi kalau dari instansi pemerintah.
Betul seperti kata bung Gigih, lebih baik LIPPO melanggar hukum untuk
membongkar hal ini. Lalu sebetulnya hukum ini utk apa? Utk
menyembunyikan/menyelamatkan penjahat? Terutama jenis pak Andi M. Gulat
itu...

Saya baru baca berita bahwa M. Thair, bendahara PGSI ternyata adalah juga
menantu Mochtar Riady yang juga bos Lippo Grup, bank tempat transfer uang
Ghalib dari The Nin King dan Prajogo Pangestu itu. Kalau tidak salah, dulu
M. Thair ini yang ikut menyatakan alasan mengapa uang (yang katanya) untuk
PGSI itu ditransfer ke rekening A.M. Gulat itu.

Repot ya..
Lha penjahat disuruh ngusut penjahat.. ya pasti CS-an (berteman, red.)..

DEZIG!




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke