Sekali lagi apologi omong kosong !
Teruslah berapologi demi PDI Perjuangan Martin. Teruslah berapologi !
Sedih saya. Kalau sudah jatuh cinta, ternyata mata hatipun ikut buta !
Betul kata Ebiet G Ade, taik kucingpun rasa coklat !
Kasihan !
Martin Manurung wrote:
>
> Saya rasa anda masih menduga-duga...
>
> Sekali lagi (dan sudah banyak anggota milis ini yang bilang) Mega tidak ikut
> debat bukan berarti tak bisa debat, karena ia telah membuktikan dirinya
> untuk mampu secara konsisten "berdebat" pada hegemoni dan intervensi negara.
> Opportunity cost of time Megawati memang mahal untuk acara debat seperti itu
> dan Megawati telah melampau tahap identifikasi diri (seperti para capres
> lainnya), ia telah memasuki tahap implementasi.
>
> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
> Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
> Kunjungi http://come.to/forma-kub E-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> -----Original Message-----
> From: Raja Komkom S. <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 11 Juni 1999 21:36
> Subject: Re: [Kuli Tinta] "Riset" (u/komkom)
>
> On Fri, 11 Jun 1999 [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Kalau Bintang bilang Megawati adalah "Golden Silent" maka Bintang punya
> > julukan "Barking Bintang"
> > Air tenang menghanyutkan... tong kosong nyaring bunyinya....... PDI punya
> > pakar ekonomi yang jago berdebat.... PUDI ?
> >
> >
> Bisa dibayangin mau jadi apa negara ini, kalau seorang presiden
> berdebatpun nggak berani/ nggak bisa, malah gemetaran, kalau pidato mesti
> monologis(nggak mau dikritik) dan ggak berani monologis(nggak berani di
> kritik kali), dan kalau pidatopun hanya berani di depan publik sendiri.
> Sepertinya beliau hanya berjuang demi kepentingan kelompoknya saja.
>
> Bagaimana bu Mega mau mendebat bawahannya dalam mengambil keputusan kalau
> beliau sendiri nggak bisa debat, bisa dibayanginlah kalau bu Mega itu
> akan jadi boneka mainan para bawahannya. Apakah pantas kualitas seorang
> anak bangsa begini yang akan didukkan di pucuk pimpinan negara.
>
> Andapun dapat menjawabnya !
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!