Saya lebih suka gambar kerbaunya PDIP dari pada gambar ketumnya, apalagi
gambar ketum yang lagi bersanding sama bapaknya yang lagi nunjuk-nunjuk,
entah nunjuk siapa .... :-):-):-). 
Soalnya saya belum kenal ama Megawati, sedang kerbau saya udah tahu persis
sifat-sifat nya, lho .....

Maaf, yo...


On Mon, 14 Jun 1999, Prijo Sambodo wrote:

> Namanya Paranoid, biasanya ini menimpa orang yang kestabilan jiwa/rohaninya
> terganggu. Misalnya ada beban psikis/stress yang diderita atau dia mengalami
> suatu kecemasan (anxiety) akibat dari suatu phobia yang diderita (misal
> phobi terhadap kemenangan PDIP), akibatnya apa saja yang berbau PDIP (secara
> subyektif) dianggap sebagai ancaman. Ngilanginnya mudah, tempel gambar logo
> PDIP yang besar sama gambar Megawati disebelah foto keluarga. Dijamin
> tadinya agak sakit bakal tambah sakitnya.
> 
> > ----------
> > From:       Tedy The Kion[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Reply To:   [EMAIL PROTECTED]
> > Sent:       Saturday, June 12, 1999 2:25 AM
> > To:         [EMAIL PROTECTED]
> > Subject:    RE: [Kuli Tinta] "Riset" (u/komkom)
> > 
> > Wah, maaf ya bung KOMKOM, tapi Anda ini sepertinya mengidap penyakit jiwa
> > (namanya apa tuh?) yang mana penderitanya terus-menerus curiga dan kuatir
> > tanpa sebab yang logis.
> > 
> > Gimana Anda bisa ngomong Mega nggak berani/nggak bisa debat, bisanya
> > monologis, nggak bisa debat dengan anak buah, dll, lha wong mega debatpun
> > Anda nggak pernah hadir disana menyaksikan koq.
> > 
> > ttk
> > 
> > > Bisa dibayangin mau jadi apa negara ini, kalau seorang presiden
> > > berdebatpun nggak berani/ nggak bisa, malah gemetaran, kalau pidato
> > mesti
> > > monologis(nggak mau dikritik) dan ggak berani monologis(nggak berani di
> > > kritik kali), dan kalau pidatopun hanya berani di depan publik sendiri.
> > > Sepertinya beliau hanya berjuang demi kepentingan kelompoknya saja.
> > >
> > > Bagaimana bu Mega mau mendebat bawahannya dalam mengambil keputusan
> > kalau
> > > beliau sendiri nggak bisa debat, bisa dibayanginlah kalau bu Mega itu
> > > akan jadi boneka mainan para bawahannya. Apakah pantas kualitas seorang
> > > anak bangsa begini yang akan didukkan di pucuk pimpinan negara.
> > >
> > > Andapun dapat menjawabnya !
> > 
> > 
> > ______________________________________________________________________
> > To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke