Paijo Seng Bodo wrote :

Nah inilah contoh yang disenangi bahkan membanggakan  kumkum. Jadi berhubung
"1. Fraksi Islam-PAN-PKB(?) : 169 Kursi"  sudah kehilangan akal untuk
memenangkan pemilu (menurut otak para  skeptik-wan pemilu 99 adalah "end of
the world=Dooms Day" jadi dengan cara apapun mereka harus menang,
seolah-olah kalau mereka kalah saat ini mereka akan mati seterusnya = what a
pathetic ones, pesimis sekali manusia ini) akhirnya mereka menemukan cara
baru (kelihatannya cukup jitu) yaitu mengeroyok beramai-ramai 1 perempuan
Indonesia (kalau yang dikeroyok itu pendekar atau yang mengeroyok itu para
banci mungkin ndak apalah bisa diterima, tapi  mereka yang mengeroyok ini
adalah para pendekar favorit kumkum (saya lebih suka VOLTUS V ataw Mushashi
yang punya jiwa ksatria katimbang para pecundang ini) dan mereka itu
"mengira" bahwa dengan cara mengingkari pilihan rakyat, keroyokan rame-rame
maka mereka ini akan sangat huebat sekali pandangannya (walau dalam tata
cara berpolitik hal ini sah-sah saja). Rupanya jiwa ksatria masih
jauuuuuuuuuuuuuh sekali dari benak mereka. Gue lebih senang mengakui partai
gue kalah katimbang mesti keroyokan dengan alasan koalisi cuma untuk
memuluskan maksud yang dangkal begitu. Lagian gue pikir masih ada pemilu
yang laen, so next time must be better than sekarang. 

Sayang saya dan keluarga saya tidak memilih PDI-P kemaren seharusnya kita
pilih PDI-P supaya suaranya bisa nambah lagi, dan supaya mata para pendekar
favorit kumkum bisa tambah mekar + lebar mengakui kesaktian suara rakyat. 

Saya yang bodo ini ndak ngerti apa salah Megawati sehingga suka dikaitkan
dengan bapaknya (memang sih dia anak bapaknya) tapi bukankah anak Si Karno
bukan cuman satu, malah ada yang laki-laki lagi .....!  mengapa bukan mereka
yang didukung oleh massa PDI-P/ kebanyakan rakyat Indonesia .....?
bukankah salah satu anaknya juga ikut-ikut mendukung salah satu partai lain
..........?                jawabnya ya kumkum .....!  biar mata-MU agak
melek, ..... 
KARENA MEGAWATI PUNYA KHARISMA TERSENDIRI DAN KEMAMPUAN YANG SETARA DENGAN
BAPAKNYA DALAM MENGERTI KEHENDAK RAKYAT .......!        
memang Megawati lebih pendiam dari bapaknya, TAPI ITU JAUH LEBIH BAIK
ketimbang ngomong sana-sini tapi ujung-ujungnya cuma mbohongin rakyat, mbual
sana-sini, obral janji sana-sini (kayak mister Amien, mulai dari janji orang
cina bakal boleh jadi ABRI/pegawe negri, upgrade UUD, adili si Harto, no
negara Agama, etcetera..... etcetera ....etc) tapi belom temtu dia bakal
ngelaksana'in, lha wong sekarang saja sudah kelihatan mencla-mencle, ndak
ada pendirian babar blass, apalagi nanti setelah dia bakal kena tekanan
macem-macem. Mending kayak Megawati yang ngomong "gue sih nggak bisa ngomong
lebih banyak dari pada yang gue bisa kasih elu-elu pade"

Yah begitulah, mungkin karena mau Millenium Rollover, jadi banyak yang
bilang "gue musti kuasa, biar rakyat kagak mmilih gue, .... gak pathe' En,
no rakyat,..... no ethics ......cuek, tak usah malu lah yau"   nah inilah
salah satu ciri kalau benak mereka sudah terinfeksi Y2K bug. Tentu kumkum
tau cara menanggulangi Y2K bug, yaitu dengan menset benak mereka 200 tahun
mundur supaya nanti 200 thn mendatang setelah mereka bisa lebih memahami
bahwa kalau mereka beragama mereka tentu akan mengerti bahwa "VOX POPULI =
VOX DEI"  kehendak rakyat terbanyaklah yang harus mereka junjung tinggi.
Mungkin sekarang PDI-P banyak dipilih rakyat, tapi siapa tau besok-besok
partainya kumkum yang dipilih atau partai saya (mungkin nggak ya ....?), ya
saat itu kita musti berlapang dada menerima hasilnya. 

*****cut kepanjangen******************


> At 07:30 AM 7/6/99 +0700, Raja Komkom Siregar wrote:
> > Muncul Pesaing Serius :
> > Fraksi Islam-PAN-PKB(?)
> >
> > Perincian :
> > 1. Fraksi Islam-PAN-PKB(?) : 169 Kursi
> > 2. PDI-P               : 151 Kursi
> > 3. P. Golkar                   : 125 kursi
> >
> > Akankah kutub baru ini akan menjungkalkan semua perhitungan selama ini
> > yang menjagokan Megawati dan Habibie....
> > Hehehe.....
> > Kita tunggu sama-sama, Makin rame aja.
> 
        ************** del *************************

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke