Bukan soal given atau tidak. Yang saya katakan; setiap ucapan memiliki
konteks: apa sebab ucapan itu terlontar, dalam masyarakat yang bagaimana
ucapan itu relevan, atas tujuan apa hal itu diucapkan. Bila hal itu tidak
kita pahami, kita akan membuat generalisai yang keliru dan menyesatkan.

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
Dukunglah Kampanye AGAMA untuk PERDAMAIAN!
Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama (FORMA-KUB)
Kunjungi http://come.to/forma-kub  E-mail: [EMAIL PROTECTED]


-----Original Message-----
From: Yap C.Young <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 07 Juli 1999 18:34
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kalibrasi


Bung Martin Manurung yth.,

Yang Anda kemukakan itu baru sekedar given, yang semua orang sudah tahu,
lalu dianggap sesuatu yang benar dan mapan (established).

Mempertanyakan yang given adalah bagian dari kemajuan. Karena esensi
kemajuan adalah perobahan. Dan perobahan memang menggelisahkan kemapanan.

Mengapa bukan Vox Dei Vox Populi? Itu jelas lebih baik, bagi yang beriman.
Jadi umat manusia yang menyelaraskan diri kepada Suara Tuhan. Bukan
sebaliknya.

Suara rakyat, betapapun mayoritasnya, tetap harus ditera kembali dengan
Suara Tuhan, supaya kita tidak terjebak pada konspirasi massal yang lebih
dari 30 tahun kita mengalaminya. Mau diulang ??


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke