Sumbang pikiran yah.........'suara rakyat (mayoritas) adalah suara Tuhan',
pada hakekatnya tetap relefan & benar, mengingat Sang Pencipta tentunya
tetap menaungi & melindungi umatnya yang senantiasa percaya & berharap
padaNYA. (Ada komentar....silahkan!)
Ungkapan diatas tentunya harus ditafsirkan & diartikan pada proporsi ,yang
benar & tepat, dan jelas penafsiran dengan Indomie adalah sangat tidak
tepat. Itukan soal rasa, bukan substansi kehidupan yang hakiki.
Misalkan saja kata "panas" itu mempunyai tafsiran yang beragam kan!.....bisa
diartikan berhubungan dengan suhu/temperatur, atau menyatakan sakit, atau
seperti yang lagi hanyat dipermasalahkan ...puaaaanaaaasss (alias hooott).
Trim's,
Fw
-----Original Message-----
From: Abdur Rahim [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, July 07, 1999 5:24 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [Kuli Tinta] Kalibrasi
Kelihatannya sentilannya emang indah, cuman sentilan itu (rasanya)
akan
lebih bermakna kalo dipikirkan secara mendalam (direnungkan).
Berhubung
gue lagi rada males merenung, gue tanggepin langsung aja ya.
Rakyat suka indomie ? Itu enggak bertentangan dg Al Qur'an (ajaran
Islam),
jadi rada enggak pas kalo dikaitkan dg kekhawatiran gue di bawah.
Gue
kasih kasus yg lebih kena aja ya. Dulu mayoritas rakyat (mungkin
mayoritas rakyat yg bisa bersuara) mendukung SDSB. Padahal SDSB itu
adalah
judi yg dilarang setiap agama (kalo enggak salah). Terus harusnya
enggak
dibiarkan kan ? Dan untungnya akhirnya ada yg sadar (setelah sekian
demo)
sehingga enggak dibiarkan.
Memang tdk setiap hal ada dlm Al Qur'an (misalnya indomie tadi),
tapi
setiap hal ada rambu2nya dlm Al Qur'an. Misalnya dlm hal indomie,
tentunya
yg diliat halal atau haram, bukannya Tuhan suka apa enggak. Terus
kalo
mayoritas rakyat seneng indomie padahal (misalnya) haram, gimana ?
Harus
disadarkan kan. Itulah tugas kita utk menyadarkan. Untungnya kasus
indomie
ini hanya kasus individu, kalo kasusnya menyangkut dan mengikat
masyarakat
banyak gimana ?
beDoer
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!