Yang saya tahu :
Pendukung PAN itu nggak akan pernah rela kalau PAN Koalisi sama PDIP, apalagi
sama Golkar, Saya sendiri berharap kedua partai itu nggak usah dirangkul oleh
PAN, kalaupun itu terjadi, bisa menjadi opsion terakhir terakhir saja.
Saya kira capres dari PAN tetap Prof. Amien Rais, apalagi kabar terakhir
menunjukkan bahwa Amien didukung beberapa partai lagi, antara lain PPP. Sangat
rugi bagi PAN kalau mendukung Megawati dari PDIP, apalagi Habibie dari Golkar-
karena kalau salah satu diantara dua orang ini(Mega-Habibie) terpilih maka Negara
terancam pecah. Seterusnya bisa-bisa massa PAN akan meninggalkan partai
berlambang matahari ini bila koalisi dengan PDIP atau Golkar.
Dan, alangkah menariknya persaingan ini seandainya polarisasi tidak hanya terjadi
pada dua kutub. Bersaing secara sehat untuk mendapatkan suara 351. Dan semoga
mekanisme debat capres segera bisa diwujudkan di gedung MPR, sehingga tidak ada
lagi istilah debat tidak sesuai dengan budaya timur, serta biar visi seorang
calon presiden bisa diketahui para wakil rakyat itu.
Yah, Negara ini memang sedang membutuhkan seorang pemimpin yang baru,
pemerintahan yang baru. Yang baru...baru dan baru, segalanya baru. Bukan
pemerintahan baru dengan sistem yang lama. No..way....
Peace
-----
No SatGas & No Posko For NEW Indonesian Era .....
Sun An wrote:
> JOSEPH MARZUKI wrote:
> >
> > Kalau saja politisi kita konsisten :
> >
> > 1. Habibie seharusnya menolak pencalonan dirinya sebagai presiden karena :
> > a. Pada awal penunjukannya sebagai presiden, menghadapi kecaman sana
> > sini, ybs menyatakan bahwa ia adalah presiden transisi & mengesankan bahwa
> > tidak bersedia untuk pencalonan periode berikutnya.
> > b. Prestasi besar apa yang ditunjukkan oleh Habibie terutama dalam
> > mendorong percepatan laju reformasi, sehingga pantas mengubah
> > pendiriannya.
> > c. Vox populi vox dei, rakyat menghendaki presiden yang baru,
> > reformist & bebas KKN.
> >
> > 2. Hamzah Haz sudah seharusnya mundur dari kepemimpinan PPP karena
> > partainya gagal mengumpulkan 20 % dari suara pemilih. Kok sekarang ybs
> > masih berkoar-koar & seolah-olah lupa dengan statement yang pernah
> > dikeluarkan. Ybs juga tidak konsisten dengan pencalonan Habibie, karena
> > sewaktu berhenti sebagai anggota kabinet, jelas-jelas mengatakan PPP tidak
> > akan mencalonkan Habibie.
> >
> > 3. Amien Rais seharusnya mendukung pencalonan Mega sebagai presiden & tidak
> > banyak "melontarkan statement-statement" yang membingungkan seperti
> > presiden harus diuji kemampuannya di depan MPR dsbnya, karena ybs saat-saat
> > menjelang pemilu menyatakan bahwa calon presiden dari partai pemenang
> > pemilih seharusnya diberi kesempatan untuk membentuk kabinet. Saya percaya
> > Amien adalah pemimpin yang mampu, tetapi saya kira masyarakat juga ingin
> > Amien membuktikan konsistensinya sehingga dapat dipertimbangkan untuk
> > menjadi calon pemimpin nasional mendatang.
> >
> > 4. dst
> >
> > Disinilah moralitas politisi kita diuji, apakah akan senantiasa konsisten
> > dengan pernyataannya, atau akan menjadi badut politik, asal ngomong &
> > bunyi. Mudah-mudahan perkiraan saya salah.
> >
>
> YA....begitulah keadaan dunia politik di Indonesia, pejabat-pejabat
> politik selalu tidak konsisten kalau bicara, sekarang ngomong begini,
> nanti pada kenyataannya jadi begitu....
>
> So....kita perlu Indonesia baru...yang dipimpin sama orang-orang
> yang konsisten bicaranya bukan hanya bicara tapi benar-benar
> memperhatikan aspirasi dari rakyat yang dipimpin....wong pemimpin
> entah itu presiden sampai ke pejabat RT sekalipun adalah orang-orang
> yang dipilih untuk menjalankan aspirasi rakyat, membantu rakyat,
> mengusahakan kesejahteraan rakyat banyak...bukannya malah memelas
> rakyat dengan segala macam pungutan dan tindakan yang merugikan
> rakyat kecil.
>
> Hidup...Indonesia baru...dengan pemimpin baru yang mau mendengar
> dan melaksanakan aspirasi rakyat....
>
> Hidup Indonesia baru.....siapakah dia presiden mendatang ?
> Kalau saya sich...tetap Hidup Mega....
>
> Best regards,
>
> Sun An
> ------
> Change The World by your creativity and your action
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!