JOSEPH MARZUKI wrote:
>
> Kalau saja politisi kita konsisten :
>
> 1. Habibie seharusnya menolak pencalonan dirinya sebagai presiden karena :
> a. Pada awal penunjukannya sebagai presiden, menghadapi kecaman sana
> sini, ybs menyatakan bahwa ia adalah presiden transisi & mengesankan bahwa
> tidak bersedia untuk pencalonan periode berikutnya.
> b. Prestasi besar apa yang ditunjukkan oleh Habibie terutama dalam
> mendorong percepatan laju reformasi, sehingga pantas mengubah
> pendiriannya.
> c. Vox populi vox dei, rakyat menghendaki presiden yang baru,
> reformist & bebas KKN.
>
> 2. Hamzah Haz sudah seharusnya mundur dari kepemimpinan PPP karena
> partainya gagal mengumpulkan 20 % dari suara pemilih. Kok sekarang ybs
> masih berkoar-koar & seolah-olah lupa dengan statement yang pernah
> dikeluarkan. Ybs juga tidak konsisten dengan pencalonan Habibie, karena
> sewaktu berhenti sebagai anggota kabinet, jelas-jelas mengatakan PPP tidak
> akan mencalonkan Habibie.
>
> 3. Amien Rais seharusnya mendukung pencalonan Mega sebagai presiden & tidak
> banyak "melontarkan statement-statement" yang membingungkan seperti
> presiden harus diuji kemampuannya di depan MPR dsbnya, karena ybs saat-saat
> menjelang pemilu menyatakan bahwa calon presiden dari partai pemenang
> pemilih seharusnya diberi kesempatan untuk membentuk kabinet. Saya percaya
> Amien adalah pemimpin yang mampu, tetapi saya kira masyarakat juga ingin
> Amien membuktikan konsistensinya sehingga dapat dipertimbangkan untuk
> menjadi calon pemimpin nasional mendatang.
>
> 4. dst
>
> Disinilah moralitas politisi kita diuji, apakah akan senantiasa konsisten
> dengan pernyataannya, atau akan menjadi badut politik, asal ngomong &
> bunyi. Mudah-mudahan perkiraan saya salah.
>
YA....begitulah keadaan dunia politik di Indonesia, pejabat-pejabat
politik selalu tidak konsisten kalau bicara, sekarang ngomong begini,
nanti pada kenyataannya jadi begitu....
So....kita perlu Indonesia baru...yang dipimpin sama orang-orang
yang konsisten bicaranya bukan hanya bicara tapi benar-benar
memperhatikan aspirasi dari rakyat yang dipimpin....wong pemimpin
entah itu presiden sampai ke pejabat RT sekalipun adalah orang-orang
yang dipilih untuk menjalankan aspirasi rakyat, membantu rakyat,
mengusahakan kesejahteraan rakyat banyak...bukannya malah memelas
rakyat dengan segala macam pungutan dan tindakan yang merugikan
rakyat kecil.
Hidup...Indonesia baru...dengan pemimpin baru yang mau mendengar
dan melaksanakan aspirasi rakyat....
Hidup Indonesia baru.....siapakah dia presiden mendatang ?
Kalau saya sich...tetap Hidup Mega....
Best regards,
Sun An
------
Change The World by your creativity and your action
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!