Rekan netters, Mungkin kah statement itu terlalu wah !!. Boleh jadi benar, tapi itulah kondisinya. Kasus Bank Bali (BB) melibatkan PT. EGP dalam transaksi cassie sebagai pelaksananya, juga melibatkan BPPN, BI & Menkeu. Ada banyak kejanggalan yang dilakukan aparat BPPN, BI & Menkeu, disamping EGP : * Menjadi pertanyaan kita mengapa BB menjadi pilihan awal untuk pencairan tagihan interbank-nya BB kepada BDNI, yang sudah diluidasi itu. Masak sih negara dalam keadaan susah banget begini mau menyalurkan dana Rp. 904 M ke BB, padahal kedua bank sudah dibawah BPPN. Jelas ini menisyaratkan adanya konflik kepentingan. Dan masih ada bank-bank lain yang menunggu disantap (uaya ?). Yah.....aparat !!. * Mengapa untuk penagihan kedua bank iitu masih memerlukan calo spt EGP itu. Jelas, sesuai kata Gubernur BI, transaksi spt ini tidak memerlukan calo. Jadi penggunaan calo EGP ini adalah illegal, setidaknya sangat tidak wajar. Wong sama-sama dibawah BPPN. Yah........aparat !!. * Apabenar kata Menkeu bahwa dia tidak tahu masalah transaksi cassie itu, padahal dia harus tahu kemana dana sebesar itu dikirim.?. Jadi jelas ada indikasi kuat bahwa Menkeu itu memaksakan unttuk membayar tagihan BB oleh EGP. Itu dana yang ttidak sedikit, jadi jelas bohong itu. Yah...aparat !!. * Bayangkan EGP yang relatif perusahaan swasta ingusan (tidak jelas jumlah karyawannya, tidak dikenal luas di lokal) itu bisa mendapatkan order itu (bahkan mencapai Rp. 3 Trilyun ....beh !). Apalagi fee yang diterima untuk itu sudah diambil . 50 %-nya. Bisnis kayak apa nih. Apa ini karena didalamnya ada oknum Golkar (wakil bandahara) Penghasilan sekali sabet dalam kurun waktu 18 bulan sebesar Rp. 550.000.000.000,00 ......rampok ini ?. * Hai aparat, anda pasti belum keparat (mudah-mudahan). Janganlah memancing diair keruh untuk kepentingan mu/kelompok . Sudah cukup kami/rakyat yang mempunyai kedaulatan ini dibodohi, diinjak & dirampok untuk 32 tahun. Sudah cukup kami melarat. Janganlah engkau menguji batas kesabaran ini. Rasanya lebih patut saya puji aparat negara India, yang Menteri perhubungannya mundur akibat insiden kereta api baru-baru ini. Contohlah Vietnam yang menghukum mati para koruptornya. Jangan maling ayam saja yang berani anda kejar. Beginikah reformasi, beginikah Paradigma Baru. Itu mah cuma slogaaaaaan beh !!. Siap-siap .......ada manufer penyelamatannya ?. Trim's, Fw. ______________________________________________________________________ If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email; To subscribe: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
