Betul bung Yap, kayanya para tokoh2 yang sering ngomong2
meramaikan sembari membuat bingung, masih rada2 terbawa
era jaman dahulu kala....masih kuno....atau belagak kuno ?
Apalagi bila musyawarah untuk mufakat dikaitkan dengan
'BULAT' (bukan LONJONG), ini yang berabe.....

Seharusnya menurut saya seperti ini kira2 pemilihan Presiden :

A mendapat suara 194
B mendapat suara 182
C mendapat suara 168
D mendapat suara 157

Yang menang kan seharusnya si A...
Betul ngga sih ??

Salam,
bRidWaN 

> ----------
>From: Yap C. Young
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Poros bingungnya Amien Rais....?
>Date: Wednesday, August 04, 1999 9:21PM
>
>Saya kira nggak masalah kalau memang Mas Amien bersama poros tengah-nya maju
>terus mengusulkan Gus Dur sebagai Capres. Itu baik saja.
>Justru disini bakal teruji, siapa sebenarnya yang mendapat dukungan terbesar
>suara MPR, dan sekaligus kita lihat korelasi antara suara MPR dan suara
>rakyat.
>
>Yang agak membingungkan adalah pernyataan Prof Ryas Rasyid : Pemilihan
>Capres harus diulang sampai salah satu calon mendapat suara minimal 351,
>untuk menjamin kestabilan Pemerintahan.
>Angka 351 ini juga terus diulang-ulang oleh mas Amien.
>
>Kalau capresnya lebih dari 2 mengapa angka 351 masih disakralkan juga?
>Bukankah yang penting suara terbanyak, yaitu lebih banyak dibanding capres
>lainnya.
>
>Kalau soal stabilitas Pemerintahan, kan bisa dimanajemeni melalui pembagian
>portofolio Pemerintahan antar parpol yang punya wakil di DPR, sehingga
>menjamin dukungan untuk Pemerintah di DPR lebih dari setengahnya. Itupun
>idealnya ada sebagian yang kritis, sehingga kalau kebijakan Pemerintah
>memang salah, DPR tetap mampu mengoreksinya. Bukan menjadi loyalitas
>fanatik.
>
>Walaupun aturan demokrasi di Indonesia ini agak berbeda dengan pemahaman
>demokrasi didunia, ya sudahlah, kita kan maunya begitu.
>
>Semua pihak sebaiknya besar hati agar urusan pergantian pemerintahan ini
>selesai dan kita dapat berharap segala krisis dapat diakhiri satu persatu.
>
>Semoga yang terbaik yang terjadi di Indonesia.
>
>Yap.
>
>>From: "Mas  Kojen" <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject: [Kuli Tinta] Poros bingungnya Amien Rais....?
>>Date: Tue, 3 Aug 1999 10:18:13 +0700
>>
>>Assalamu'alaikum  wr .wb
>>
>>Poros "bingungnya" Amien Rais mencalonkan Gus Dur sebagai Presiden
>>dengan maksud menarik PKB dari PDI-P dan menyeret PPP dari Golkar.
>>Apa yang diperbuat Amien ini saya kira tidak disokong oleh pengikut
>>PAN dan Amienpun telah mengkhianati para pemilih PAN yang memilih
>>PAN waktu pemilu. Untunglah Mattori Abdul Jalil dari PKB dan
>>Sekjennya Muahaimin Iskandar tidak begitu "buta" saja untuk
>>meninggalkan PDI-P yang memang telah meraih suara terbanyak dalam
>>pemilu, sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa Ibu Mega dari PDI-P
>>adalah pilihan rakyat terbanyak untuk menjabat Presiden negeri ini.
>>
>>
>>Tindakan Mattori dan Muhaimin ini adalah tindakan yang tepat dan
>>saya kira juga tidak akan mengkhianati pemilih PKB sendiri. Dengan
>>mendukung Ibu Mega PKB telah bertindak yang tepat pada waktu yang
>>tepat dengan pilihan yang juga tepat pula.
>>
>>Wassalamu'alaikum wr.wb
>>
>>Mas Kojen
 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke