Wah makasih dipuji jadi pembuat skenario opera sabun,
Dan memang kayaknya Megawati, Soeharto, Habibie itu kisahnya kayak opera
sabun. Nggak percaya ? Rasakan dengan hati anda, jangan dengan pandangan
anda. Kalau ndak bisa ya kesalahan bukan pada komputer anda,
S a m
(memang lagi mikir untuk jadi penulis novel saja)
Cosmas Damianus Tufan wrote:
>
> aku pikir ............
> aku masih sangat yakin .........
> bagaimanapun juga ..........
> terpengaruh gaya Soeharto .....
> de el el
>
> kalau cuma bisa bilang seperti itu, ya orang lain juga bisa bilang:
> saya pikir ..... saya yakin ...... bah!
> akhirnya debat kusir, broer.
>
> Mega diplot Pak Harto ......
> ngayal mbok ya jangan keterlaluan.
> sampeyan punya bakat jadi penulis
> skenario sinetron atawa opera sabun
>
> -----Original Message-----
> From: Sams [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 17 Agustus 1999 18:06
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Amien - Habibie
>
> Oh ya sama kalau begitu,
>
> Kenyataannya memang begitu, aku pikir karena Megawati terlalu lugu dan
> nggak punya pengalaman memimpin, apalagi panutannya cuma satu sehingga
> akhirnya dia juga terpengaruh gaya Soeharto.
>
> Artinya juga kalau kita membandingkan Megawati - Soeharto, aku masih
> sangat yakin bahwa Megawati sengaja diplot oleh Soeharto sebagai ujung
> tombaknya pada saat menghadapi hujatan rakyatnya sendiri. Bagaimanapun
> Megawati berhutang budi pada Soeharto yang di awal kekuasaannya telah
> menolak mengadili ayahnya Soekarno padahal sudah dimandatkan oleh MPRS
> ketika itu. Dan saat ini Megawati dipergunakan sebagai kaki tangannya
> menghadapi musuh-musuh lamanya seperti kelompok-kelompok Islam dan
> menipu kekuatan-kekuatan reformis sehingga mereka percaya pada Megawati.
>
> Sama nggak ? Hahahaha ....
>
> S a m
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan lakukan sendiri dengan mengirim e-mail
kosong ke;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!