Diam-diam Partai Amanat Nasional (PAN) terancam perpecahan. Kubu Faisal Basri
berhadapan
dengan Kubu AM Fatwa. Hebatnya, tabloid AMANAT sendiri, corong resmi PAN, yang membuka
kemelut ini. Demikian berita dari Tabloid DETAK terbaru.
Melalui Dedi Ekabrata, Kepala Dept. Agraria PAN, kubu Faisal Basri sudah
terang-terangan
"menggali kapak peperangan" melawan kubu AM Fatwa. AM dituding sebagai sumber dr
segala
sumber kekisruhan di tubuh PAN. AM seenaknya masuk ke semua wilayah kendati sudah ada
pembagian tugas. KAdangkala mengatas namakan Amien Rais. Dia punya kontribusi
terhadap
kecilnya peroleh suara PAN krn pengurus2 yg dipilihnya tidak bermutu. Sampai2 kantor
DPW
PAN di Medan dibakar dan para pengurusnya sudah saling mengancam untuk membunuh.
AM mengatakan bahwa Faisal Basri tidak beretika, juga pernah mengatakan bahwa tidak
tertutup kemungkinan PAN berkoalisi dg Golkar sehingga konstituen PAN curiga.
Bagaimana suara minro mengenai Faisal Basri ? FB dituding tidak mendukung Poros
Tengah,
menuding pola untuk mengagas Poros Tengah tidak institusional melainkan personal.
AM mengatakan gaya politik FB sudah tidak memakai etika. FB dicurigai sudah ada
ko0mitemen dengan kelompok Mega. Yangjelas AMANAT benar-benar "menguliti"
sang sekjen, Faisal Basri. Muncul surat kaleng yg isinya, AM adalah ular berkepala
dua,
membela-bela AR tetapi kompromi dengan Habibie. Berani sama Soeharto, tetapi takut
sama Habibie dan Wiranto.
Bagaimana kelanjutannya ? Kita tunggu, apakah "partai masa depan" ini benar2 akan
pecah?
Yang cukup menarik adalah salam "skandal Bank Bali" yang sedang ramai ini, sang Ketua
Umum, Amien Rais kurang terdengar komentarnya. Tidak biasanya. Kok tumben, ya ?
Apa beliau sedang sibuk mengurusi kursi presiden ?
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!