Ah... Anda bercanda politik ya.... . Hanya heran saja mengenai kelurusan
berpikir mas Profesor Doktror itu.
Di satu sisi beliau mengkritik PDIP yang menggunakan isu Bank Bali untuk
menghantam lawan politknya, namun di sisi yang lain beliau menggunakan
takaran yang dikritiknya yaitu mengatakan bahwa PDIP (dikatakan sebagai
partai besar yang selalu mengkritik Golkar) terlibat dalam kasus Lippo
(dikatakan sebagai kasus yang mirip Bank Bali).
Seandainya pernyataanya mengenai PDIP yang terlibat kasus Lippo itu tidak
didahului oleh kritknya terhadap PDIP yang mengkritik Golkar dengan kasus
Bank Bali maka tanggapan publik tentunya akan lebih positif.
Saya sedang menduga apakah Profesor di bidang politik juga suka bercanda
politik.
----- Original Message -----
From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
Hhhehehe...Watta a nice comment from AR...:)
Masih ada Etis/Etika juga rupa-nya dinegara kita.
Jadi pingin tahu mana dan apa sih yang disebut
Etis pada saat ini ?
Apakah anda mencoba memberitahukan kita
bahwa AR adalah seorang Oportunis ?
Salam,
bRidWaN
At 07:15 PM 8/24/99 +0700, c= wrote:
> Sudah..., sudah Bung. AR sudah berkomentar mengenai BanK Bali.
> Komentarnya adalah bahwa PDIP tidak etis menggunakan kasus Bank
> Bali untuk menghantam lawan politiknya.
>
> Yang saya amati adalah, melalui Poros Tengah itu AR mulai
> menanjak lagi seperti ketika awal reformasi itu.
>
> Anda kritis Bung, memang biasanya AR selalu langsung bereaksi.
>----- Original Message -----
>From: Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 24 August 1999 13:01
>
>
>Diam-diam Partai Amanat Nasional (PAN) terancam perpecahan. Kubu Faisal
>Basri berhadapan
>dengan Kubu AM Fatwa. Hebatnya, tabloid AMANAT sendiri, corong resmi PAN,
>yang membuka
>kemelut ini. Demikian berita dari Tabloid DETAK terbaru.
>
>Melalui Dedi Ekabrata, Kepala Dept. Agraria PAN, kubu Faisal Basri sudah
>terang-terangan
>"menggali kapak peperangan" melawan kubu AM Fatwa. AM dituding sebagai
>sumber dr segala
>sumber kekisruhan di tubuh PAN. AM seenaknya masuk ke semua wilayah
kendati
>sudah ada pembagian tugas. KAdangkala mengatas namakan Amien Rais. Dia
>punya kontribusi terhadap
>kecilnya peroleh suara PAN krn pengurus2 yg dipilihnya tidak bermutu.
>Sampai2 kantor DPW
>PAN di Medan dibakar dan para pengurusnya sudah saling mengancam untuk
>membunuh.
>AM mengatakan bahwa Faisal Basri tidak beretika, juga pernah mengatakan
>bahwa tidak
>tertutup kemungkinan PAN berkoalisi dg Golkar sehingga konstituen PAN
>curiga.
>
>Bagaimana suara minro mengenai Faisal Basri ? FB dituding tidak mendukung
>Poros Tengah,
>menuding pola untuk mengagas Poros Tengah tidak institusional melainkan
>personal.
>AM mengatakan gaya politik FB sudah tidak memakai etika. FB dicurigai
sudah
>ada
>ko0mitemen dengan kelompok Mega. Yangjelas AMANAT benar-benar "menguliti"
>sang sekjen, Faisal Basri. Muncul surat kaleng yg isinya, AM adalah ular
>berkepala dua,
>membela-bela AR tetapi kompromi dengan Habibie. Berani sama Soeharto,
tetap
>i takut
>sama Habibie dan Wiranto.
>
>Bagaimana kelanjutannya ? Kita tunggu, apakah "partai masa depan" ini
>benar2 akan pecah?
>Yang cukup menarik adalah salam "skandal Bank Bali" yang sedang ramai ini,
>sang Ketua
>Umum, Amien Rais kurang terdengar komentarnya. Tidak biasanya. Kok
tumben,
>ya ?
>Apa beliau sedang sibuk mengurusi kursi presiden
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!