Sudah beberapa kali saya kirim e-mail kosong ke
[EMAIL PROTECTED], untuk keluar dari milis kuli tinta
yang kian nggak jelas arahnya. Herannya selalu ada respon dari pengelola
yang meminta konfirmasi. Tapoi alamat saya tak kunjung terhapus. Bagaimana ini?!

Terus terang ketika saya diajak KJ untuk bergabung dengan milis ini, saya
terima dengan antusias dan berharap banyak. Tapi kini saya melihat tak ada
gunanya lagi. Sebagai wartawan, saya merasa milis ini bukan wadah yang
tepat. Sebab isinya tak lagi menambah wawasan saya dan lebih banyakl jadi
perdebatan mubasir yang tak bermutu.

Jadi, sekali lagi: MOHON NAMA SAYA DICORET!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Ruhoro

============

 

At 03:42 PM 8/24/99 -0700, you wrote:
>Assalamu'alaikum, ww & Salam Sejahtera,
>
>Bagi seorang novelis, mungkin kejadian-kejadian di Indonesia dapat menjadi
>sumber ilham nomor wahid, untuk membuat cerita yang bertema : penipuan,
>pemerasan, penderitaan, ketidakadilan, munafik, perjuangan, pemberontakan,
>dan intrik-intrik yang lain.....
>peristiwa demi peristiwa, mengalir dengan cepat seperti slide yang berebutan
>untuk sampai di depan proyektor,  membuat sang novelis tak sempat menarik
>napas karena banyaknya bahan yang akan dibuat cerita. semua cerita tsb
>cirinya sama, mengajak pembacanya untuk berpikir dan menyelesaikannya....
>karena memang di akhir setiap cerita...cerita menjadi mengambang dan
>digantung....tidak diselesaikan!
>
>cerita tentang ambon, sambas, Batam, Ketapang, semang(g)i, Aceh.........
>merupakan cerita-cerita yang menarik..... penuh intrik ..tapi itu
>tadi......tidak ada penyelesaiannya.
>
>Semua cerita-cerita ini dan yang lain, membuat kita menjadi jenuh dengan
>segunung tanda tanya.
>Apakah kondisi ini memang tercipta karena dinamika perubahan yang menerpa
>Indonesia, ataukah memang ada sutradara yang ingin menandingi Steven
>Spelburg(?) dengan menyusun skenario demi skenario...sampai kita semua jenuh
>dan bosan, yang nantinya, akan membuat kita menerima skenario yang
>sebenarnya, yang telah disiapkan dengan matang....???
>
>Memang Indonesia ladang menarik untuk membuat film tentang intrik-intrik
>busuk suatu golongan yang ingin berkuasa.
>
>Jenuh...
>sampai hati ini bertanya : apakah memang diciptakan pulau sumatera, jawa,
>kalimanta, sulawesih, maluku dan 14700 pulau yang lain untuk tunduk didalam
>satu nama Indonesia,  walaupun harus mengorbankan kemerdekaan setiap
>orang???
>
>
>semoga tulisan ini, mengencerkan dan mengalirkan kejenuhan yang bertumpuk
>dibalik tempurung kepala saya.....dan berbagi dengan anda....
>
>tolong bantu saya menghilangkan jenuh ini....
>
>
>White Crow
>
>
>_________________________________________________________________
>Anda  jangan terlepas berita hangat setiap  hari di
>http://indomailling.virtualave.net
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan
mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail 
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









Kirim email ke