Subject posting rekan White Crow ini mengingatkan saya pada sebuah artikel
tentang mengatasi kejenuhan yang pernah saya baca, entah dimana. Saya ingin
berbagi dengan anda untuk memanfaatkan atau mengkritisinya. Langkah yang
dianjurkan dalam mengatasi kejenuhan dalam artikel itu disebutkan begini:
1. Pahamilah kejenuhan itu
Jenuh adalah perasaan. Tidak lebih, tidak kurang. Betapapun, rasa jenuh
sering membawa konotasi negatif. Karenanya banyak orang mengalami hal buruk
akibat kejenuhan itu. Sering menyakitkan.
Pada umumnya, jenuh timbul karena kejadian kejadian yang semakin tak
menggairahkan. Setiap orang punya ukuran sendiri untuk merasa bergairah.
Kejadian rutin membuat seseorang merasa aman dan nyaman, bagi orang lainnya
merupakan pangkal kejenuhan. Sangat spesific pada setiap orang.
2. Hadapilah kejenuhan itu.
Berusaha menghindari kejenuhan begitu saja, dapat berakibat dua hal.
Kejenuhan seakan terkubur karena ditolak kehadirannya, atau menghadirkan
rasa yang semakin kacau dan menyakitkan. Dalam kedua hal itu, kejenuhan
dihindari tanpa berusaha mengetahui dengan jelas sebabnya. Penelitian
membuktikan bahwa kejenuhan yang tidak ditangani dengan baik, dapat saja
menjadikan depresi, sakit jantung, sakit kepala, mengganggu hubungan antar
manusia, rasa terasing, rasa rendah diri dan sebagainya.
3. Belajarlah mengambil tanggung jawab.
Menyalahkan orang lain atas terjadinya rasa jenuh itu akan sia-sia karena
anda menutup kemungkinan untuk meningkatkan kualitas perilaku Anda.
Mengambil tanggung jawab sendiri atas terjadinya kejenuhan itu memungkinkan
anda menghadapi kejenuhan itu dengan cara yang lebih konstruktif. Bila anda
terbiasa menanggung jawabi guncangan emosi and, anda akan terbiasa
mengendalikan perilaku anda secara lebih produktif.
Kejenuhan akan lebih effektip dihadapi apabila kita mengerti penyebab kita
merasa jenuh, baik dari diri sendiri maupun faktor pemicu dari luar. Dengan
mengetahui hal ini, akan memudahkan kita menemukan cara pengendaliannya,
yang berguna bagi masa sekarang maupun kalau hal itu terjadi dimasa depan.
4. Temukan penyebabnya.
Pada umumnya faktor pemicu kejenuhan ialah rasa tidak berdaya atas sesuatu
yang tidak menyenangkan yang terjadi berulang-ulang. Sesuatu yang tidak
menyenangkan itu diantaranya adalah:
1. Perlakuan tidak menyenangkan oleh orang atau pihak yang tidak mampu
dihentikan.
2. Ketidak adilan yang terus menerus berlalu lalang didepan mata.
3. Ketidakpuasan yang berkepanjangan atas satu atau serangkaian kejadian.
4. Gangguan hati karena yang diharapkan tak kunjung terjadi.
5. Harapan pribadi yang tidak realistis.
5. Manfaatkan kejenuhan Anda.
Jangan biarkan kejenuhan menguasai dan mengganggu diri Anda. Buatlah dia
bermanfaat. Bila Anda berhasil mengenali penyebab kejenuhan anda, ini
saatnya menemukan pola untuk meresponsnya. Beberapa cara yang pernah
ditempuh orang lain adalah:
-Cobalah untuk merasa santai.
-Pusatkan perhatian pada cara membalik situasi ketidak berdayaan itu, agar
anda berada pada posisi sebaliknya, dan kuatkan tekad untuk mencapainya.
-Buat coretan pengandaian seperlunya untuk mencapai situasi sebaliknya itu.
Kalau perlu praktekkan dalam simulasi.
-Kenali potensi anda dan cara meningkatkannya, apabila masih dirasa kurang.
-Rubahlah perilaku anda kearah yang mampu mendukung pencapaian sasaran.
-Yakinkan diri anda, tetapi jangan terlalu ambisius.
Dengan pola itu, besar kemungkinan anda akan menemukan tantangan baru yang
produktif. Dan hasilnya bukan hanya mengakhiri kejenuhan itu.
Kalau dapat berjalan sesuai yang anda rencanakan, kejenuhan itu tidak akan
terulang, karena posisi tidak berdaya sekarang menjadi sebaliknya. Kalau
kelak terulang juga, pasti dalam konteks dan penyebab yang lain.
Kalaupun tak sepenuhnya berhasil, setidaknya kejenuhan itu berlalu dan
kualitas hidup anda meningkat.
Buatlah kejenuhan ini menjadi pemicu dan pemacu kemajuan anda. Jangan
menyerah. Atau sekedar menghidari.
Yap
>At 03:42 PM 8/24/99 -0700, White Crow wrote:
> >Assalamu'alaikum, ww & Salam Sejahtera,
> >
> >Bagi seorang novelis, mungkin kejadian-kejadian di Indonesia dapat
>menjadi
> >sumber ilham nomor wahid, untuk membuat cerita yang bertema : penipuan,
> >pemerasan, penderitaan, ketidakadilan, munafik, perjuangan,
>pemberontakan,
> >dan intrik-intrik yang lain.....
> >peristiwa demi peristiwa, mengalir dengan cepat seperti slide yang
>berebutan
> >untuk sampai di depan proyektor, membuat sang novelis tak sempat menarik
> >napas karena banyaknya bahan yang akan dibuat cerita. semua cerita tsb
> >cirinya sama, mengajak pembacanya untuk berpikir dan menyelesaikannya....
> >karena memang di akhir setiap cerita...cerita menjadi mengambang dan
> >digantung....tidak diselesaikan!
> >
> >cerita tentang ambon, sambas, Batam, Ketapang, semang(g)i, Aceh.........
> >merupakan cerita-cerita yang menarik..... penuh intrik ..tapi itu
> >tadi......tidak ada penyelesaiannya.
> >
> >Semua cerita-cerita ini dan yang lain, membuat kita menjadi jenuh dengan
> >segunung tanda tanya.
> >Apakah kondisi ini memang tercipta karena dinamika perubahan yang menerpa
> >Indonesia, ataukah memang ada sutradara yang ingin menandingi Steven
> >Spelburg(?) dengan menyusun skenario demi skenario...sampai kita semua
>jenuh
> >dan bosan, yang nantinya, akan membuat kita menerima skenario yang
> >sebenarnya, yang telah disiapkan dengan matang....???
> >
> >Memang Indonesia ladang menarik untuk membuat film tentang intrik-intrik
> >busuk suatu golongan yang ingin berkuasa.
> >
> >Jenuh...
> >sampai hati ini bertanya : apakah memang diciptakan pulau sumatera, jawa,
> >kalimanta, sulawesih, maluku dan 14700 pulau yang lain untuk tunduk
>didalam
> >satu nama Indonesia, walaupun harus mengorbankan kemerdekaan setiap
> >orang???
> >
> >
> >semoga tulisan ini, mengencerkan dan mengalirkan kejenuhan yang bertumpuk
> >dibalik tempurung kepala saya.....dan berbagi dengan anda....
> >
> >tolong bantu saya menghilangkan jenuh ini....
> >
> >
> >White Crow
> >
> >
> >_________________________________________________________________
> >Anda jangan terlepas berita hangat setiap hari di
> >http://indomailling.virtualave.net
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >______________________________________________________________________
> >Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan
>mengirim e-mail kosong ke alamat;
> >Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> >Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan
>mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!