Ya nggak masalah kalau memang AR punya data tentang itu. Mari kita dukung
untuk dibukak blak. Jangan cuma setengah setengah.
Dijamin ini akan menjelaskan siapa sebenarnya masing-masing aktor politik
itu, sehingga rakyat mendapatkan yang terbaik.
Sayangnya, yang berkembang sekarang nggak begitu, jadi membuka peluang
kesimpang siuran, yang bisa mengipas emosi massa. Kan bukan itu tujuannya.
AM Fatwa juga sangat getol menyanyi begitu, dan sebagai orang yang sangat
menderita pada era Soeharto, dia tentu tidak sembarangan mempertaruhkan
kredibilitasnya. Tetapi sekali lagi sayang, dia selalu menutup
statement-nya: Akan dibuka pada saat yang tepat. Jadi kapan?
Apa perlu Pradjoto juga yang turun gunung. Kalau benar, AR yang tepuk dada,
kalau salah Pradjoto yang digebuk. Nggak lucu aah.
Saya kira masyarakat sudah sangat siap menerima informasi seperti itu, kalau
memang tulus dan jujur. Kalau cuma nyerempet nyerempet ya nggak iyalah,
karena hanya mengipas munculnya penyakit: jangan jangan.
Senang sekali AR mempertaruhkan kredibilitasnya lagi untuk memunculkan kasus
ini. Biarlah yang hitam menjadi hitam, jangan harapkan jadi putih.... Rakyat
berhak tahu.
Yap
>From: Sams <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] Edan kabeh
>Date: Thu, 26 Aug 1999 16:15:11 +0700
>
>Kemarin, sore-sore, saya baca koran (Berita Buana) bahwa ada dugaan
>PDI-P terima sumbangan hampir 500 M dari berbagai pengusaha.
>
>Hari-hari sebelumnya, AR bilang bahwa skandal keuangan mirip Bank Bali
>juga dilakukan partai besar lain. Dia tidak bilang partai apa. TApi,
>naga-naganya mengarah ke PDI-P. Berita koran itu, dan koran Republika
>pagi ini, jelas mengarah ke PDI-P. Sumbernya sama: Amien Rais.
>
>Biar fakta nanti yang membuktikan siapa yang benar: AR atau PDI-P.
>
>Tapi, kalau itu benar, berarti partai-partai besar memang munafik semua.
>Selama ini PDI-P paling kenceng menghujat Golkar dalam kasus BB.
>Ternyata kelakuane podo edane. (Tapi, saya sih nggak heran karena
>terlanjur percaya bahwa politik=sak karepe dewe).
>
>Tapi, kalau itu salah, AR dan CBC perlu rame-rame dituntut ke
>pengadilan. Biar nggak buka mulut sak enake dewe.
>
>S a m
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!