perolehan suara PAN, kalau tdk salah, sekitar 7,5 juta pemilih. padahal PAN basisnya Muhammadiyah yg anggotanya sekitar 28 juta. kalau asumsinya semua pemilih PAN (7,5 Juta) adalah warga Muhammadiyah, maka Pak Amien Rais yang adalah mantan ketua PP Muhammadiyah, hanya dipilih oleh 7,5 dari 28 juta atau hanya sekitar 26,7 % warga Muhammadiyah. Bayangkan, hanya 26,7 % warga Muhammadiyah yg milih Pak Amien. Atau dg kata lain: 73,3 % warga Muhammadiyah TIDAK MEMILIH Pak Amien Rais. Nah lo!! Rasain !! Warga sendiri tdk memilih beliau, bagaimana pula rakyat Indonesia ??!! Ada yg mengatakan bahwa rakyat Indonesia yg tidak memilih PAN adalah rakyat Indonesia yg tdk berpendidikan. Nah iki yo edan juga. Yang lebih tepat adalah warga Muhammadiyah yg tidak memilih PAN adalah tidak berpendidikan. Atau 73,3 % warga Muhammadiyah tidak berpendidikan!! Atau terbalik ? Weleh ..... weleh ...... bingung aku ........ pancen edan kabeh ........... wes ewes ewes .... bablas angine ............... sing jelas, mbok ya realistis dan tahu dirilah . . . . . . . . . . . . . salam, rakyat indonesia -----Original Message----- From: drajad [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Monday, August 30, 1999 2:18 PM To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Kuli Tinta] Edan kabeh ikutan edan... menurut informasi yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, karena hanya berdasar keluhan orang tua kampung di lereng merapi jawa tengah.... tingkah laku ketua PAN itu di mata mereka terlalu grusa-grusu kesusu, keselak jujul, tapi belum punjul... singkatnya "sebagai orang yang ngaku tinggal dan merasa jawa, kok tidak njawani".... sehingga ketika membicarakan capres jauh-jauh hari sebelum pemilu (sedang musim-2nya debat capres dulu), jawaban yang kuperoleh untuk 2 tokoh, satu sri bintang, satu amien rais, jawabannya "keduanya kurang pantas memimpin negara sebagai presiden" alasananya (begitu kutanya via telepon): "karena mereka itu kurang angon roso, alias kurang jawa, padahal bangsa indonesia itu mau tidak mau unsur jawanya kelewat tebal, jadi... aku khawatir malah kacau nantinya..." terus yang cocok siapa, lek (paklik alias paman): "KALAU MUNGKIN AKU PILIH SRI SULTAN.... (hahahaa... aku dalam hati tertawa, dasar orang jawa, konservatif, tinggal di dekat kraton jogya lagi... pantas saja njagokan HB-X) makanya sebaiknya sultan HB-X bikin partai sendiri ... hehehe..." tapi apa benar begitu ya? ah... dasar edan kabeh... ngerembug masalah ini kok gak bar-bar terus... keburu nopember, lho. salam, drajad ----- Original Message ----- From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, August 30, 1999 2:57 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] Edan kabeh > Wah....itu 'kata' saya, engga tahu kata teman2 yang > lain, engga tu juga kata anda. > Masing2 punya pendapat kan ? > > Untuk Pemilu kedepan sepertinya PAN tinggal membuat > suatu Program untuk mendapatkan 'OPPORTUNITY' > yang sangat besar, sehingga dalam 5 tahun mendatang > PAN akan semakin besar perolehan suaranya. > > Faisal Basri tentu sangat mengerti bagaimana > membuat Konsep dari Program ini secara strategis > lengkap dengan Action Plan-nya dan Measurement > Method-nya. > > Kalau hanya mengandalkan Amien Rais, saya khawatir > perolehan suaranya akan berkisar 7%, atau bisa jadi > malah berkurang. > > > Salam, > bRidWaN >
______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
