Hati-hati lho kalau main statistik nanti kepleset
Kayak saya (hehehehe),
Warga Muhammadiyah yang 28 Juta itu yo terpaksa yang sudah pikun, masih
bayi, usia anak-anak sampai dengan yang belum berusia 21 tahun.
Pemilih di Republik ini juga cuma sekitar 120 juta orang. Ada 80 Juta-an
yang belum berhak memilih.
Yahhh, sekedar mengingatkan saja .....
S a m
Cosmas Damianus Tufan wrote:
>
> perolehan suara PAN, kalau tdk salah, sekitar 7,5 juta pemilih.
> padahal PAN basisnya Muhammadiyah yg anggotanya sekitar 28 juta.
>
> kalau asumsinya semua pemilih PAN (7,5 Juta) adalah warga Muhammadiyah,
> maka Pak Amien Rais yang adalah mantan ketua PP Muhammadiyah,
> hanya dipilih oleh 7,5 dari 28 juta atau hanya sekitar 26,7 % warga Muhammadiyah.
> Bayangkan, hanya 26,7 % warga Muhammadiyah yg milih Pak Amien.
> Atau dg kata lain: 73,3 % warga Muhammadiyah TIDAK MEMILIH Pak Amien Rais.
> Nah lo!! Rasain !! Warga sendiri tdk memilih beliau, bagaimana pula rakyat
>Indonesia ??!!
>
> Ada yg mengatakan bahwa rakyat Indonesia yg tidak memilih PAN adalah rakyat Indonesia
> yg tdk berpendidikan. Nah iki yo edan juga. Yang lebih tepat adalah warga
>Muhammadiyah
> yg tidak memilih PAN adalah tidak berpendidikan. Atau 73,3 % warga Muhammadiyah
> tidak berpendidikan!! Atau terbalik ? Weleh ..... weleh ...... bingung aku ........
> pancen edan kabeh ........... wes ewes ewes .... bablas angine ...............
>
> sing jelas, mbok ya realistis dan tahu dirilah . . . . . . . . . . . . .
>
> salam,
> rakyat indonesia
>
> -----Original Message-----
> From: drajad [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Monday, August 30, 1999 2:18 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Edan kabeh
>
> ikutan edan...
>
> menurut informasi yang kurang dapat dipertanggungjawabkan,
> karena hanya berdasar keluhan orang tua kampung di lereng
> merapi jawa tengah....
> tingkah laku ketua PAN itu di mata mereka terlalu grusa-grusu
> kesusu, keselak jujul, tapi belum punjul...
> singkatnya "sebagai orang yang ngaku tinggal dan merasa jawa,
> kok tidak njawani"....
> sehingga ketika membicarakan capres jauh-jauh hari sebelum
> pemilu (sedang musim-2nya debat capres dulu), jawaban yang
> kuperoleh untuk 2 tokoh, satu sri bintang, satu amien rais,
> jawabannya "keduanya kurang pantas memimpin negara sebagai
> presiden"
> alasananya (begitu kutanya via telepon):
> "karena mereka itu kurang angon roso, alias kurang jawa, padahal
> bangsa indonesia itu mau tidak mau unsur jawanya kelewat tebal,
> jadi... aku khawatir malah kacau nantinya..."
> terus yang cocok siapa, lek (paklik alias paman):
> "KALAU MUNGKIN AKU PILIH SRI SULTAN....
> (hahahaa... aku dalam hati tertawa, dasar orang jawa, konservatif,
> tinggal di dekat kraton jogya lagi... pantas saja njagokan HB-X)
> makanya sebaiknya sultan HB-X bikin partai sendiri ... hehehe..."
>
> tapi apa benar begitu ya? ah... dasar edan kabeh... ngerembug
> masalah ini kok gak bar-bar terus... keburu nopember, lho.
>
> salam,
>
> drajad
>
> ----- Original Message -----
> From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, August 30, 1999 2:57 PM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Edan kabeh
>
> > Wah....itu 'kata' saya, engga tahu kata teman2 yang
> > lain, engga tu juga kata anda.
> > Masing2 punya pendapat kan ?
> >
> > Untuk Pemilu kedepan sepertinya PAN tinggal membuat
> > suatu Program untuk mendapatkan 'OPPORTUNITY'
> > yang sangat besar, sehingga dalam 5 tahun mendatang
> > PAN akan semakin besar perolehan suaranya.
> >
> > Faisal Basri tentu sangat mengerti bagaimana
> > membuat Konsep dari Program ini secara strategis
> > lengkap dengan Action Plan-nya dan Measurement
> > Method-nya.
> >
> > Kalau hanya mengandalkan Amien Rais, saya khawatir
> > perolehan suaranya akan berkisar 7%, atau bisa jadi
> > malah berkurang.
> >
> >
> > Salam,
> > bRidWaN
> >
>
> ------------------------------------------------------------------------
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!