Benar sekali Mas jantan,
Yang bisa membaca dan menulis pasti pernah mengenyam pendidikan. Apalagi
mereka yang bisa menulis email.
Perkembangan sejarah dan peradaban masyarakat menunjukkan bahwa budipekerti
tidak korelatif dengan pendidikan. Dalam banyak kasus sering kepandaian yang
diperoleh dari pendidikan digunakan untuk memperdayai orang lain. Nah, ini
yang dinamakan tidak jujur.
Namun, preman yang intelek juga ada, demikian pula intelek yang preman.
Juga orang-orang desa yang tidak berpendidikan itu banyak lho yang memiliki
"kawruh" sehingga tidak picik.
Orang tua saya tidak berpendidikan dan mereka cuma mengharapkan jadilah
manusia yang utama, berguna bagi sesama, dan selalu ada dijalan yang benar.
Saya pikir ini bukan harapan orang picik dan saya senang berkomunikasi
dengan Mas Jantan agar saya bisa mewujudkan harapan orang tua.
salam.
----- Original Message -----
From: Jantan P <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 28 August 1999 06:47
Subject: [Kuli Tinta] Preman vs intelektual, Lihat Pemimpinnya
Apa beda preman dan intelektual?
Apa beda yang berpendidikan dengan yang nggak makan sekolahan?
Jawabnya singkat:
Lihat saja bagaimana pemimpin partai dan pendukung partai itu bersikap.
Makin picik dan sempit seorang pemimpin partai (karena nggak
berpendidikan) semakin picik dan brutal pula pendukung partai itu.
Setuju?
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!