Mas Aswat,

Pendidikan memang lain dengan budipekerti, kok. Dan itu dua sisi yang
belum pernah saya temukan korelasinya. Sebagian besar dari kita
mengedepankan budipekerti, sebagai upaya untuk 'mangayuhayuning bawana'
katimbang 'sekedar' pendidikan yang malah memancing sikap yang tidak
unggah-ungguh, ngremehake liyan, adigang adigung adiguna.

Adanya pendidikan, mestinya menghasilkan 'kawruh', untuk mereka yang
belum memperoleh 'kawruh' tersebut yang ditularkan oleh orangtua,
lingkungan, dan kerabatnya.

Namun seandainya proses 'mencari kawruh' tersebut hanya disrapat saja
cara memandangnya, maka jadilah seperti peribahasa 'berburu ke padang
datar, dapat rusa belang kaki' itu, yang sajaknya berbunti 'berguru
kepalang ajar, bak bunga kembang tak jadi'.

Ya, 'kembang tak jadi'. Sayang, justru kembang itulah yang memberikan
bungasari, di mana kumbang akan menyerap dan menghasilkan madu, serta
dari situ pulalah putik akan berubah ujud menjadi buah, yang tak hanya
untuk dinikmati, tetapi sebagai upaya untuk memberikan bibit dan benih
bagi keturunannya yang lain, yang mengabdi kepada kehidupan dan
sesamanya.

Seandainya saudara Jantan ini tak cuma berpendidikan, tetapi juga
berbudipekerti, cara membuat pernyataan dan penyimpulannya yang sangat
bodoh ini pasti agak sedikit lama menyembunyikan berapa 'harga' beliau
sebenarnya. Sayang, dia terlalu cepat membuat pernyataan yang sangat
tidak pintar, sehingga penampilan perdananya saja sudah sangat pantas
kalau tidak perlu ditanggapi.

Kalau cuma mau 'bodon' begitu, mas Aswat belajar sama aku saja.

Gigih

--- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Benar sekali Mas jantan,
> 

> Orang tua saya tidak berpendidikan dan mereka cuma
> mengharapkan jadilah
> manusia yang utama, berguna bagi sesama, dan selalu
> ada dijalan yang benar.
> Saya pikir ini bukan harapan orang picik dan saya
> senang berkomunikasi
> dengan Mas Jantan agar saya bisa mewujudkan harapan
> orang tua.
> 
> salam.
> 
> ----- Original Message -----
> From: Jantan P <[EMAIL PROTECTED]>

> Apa beda preman dan intelektual?
> Apa beda yang berpendidikan dengan yang nggak makan
> sekolahan?
> Jawabnya singkat:
> Lihat saja bagaimana pemimpin partai dan pendukung
> partai itu bersikap.
> 
> Makin picik dan sempit seorang pemimpin partai
> (karena nggak
> berpendidikan) semakin picik dan brutal pula
> pendukung partai itu.
> 
> Setuju?
> 
> 
> 
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke