hahaha.....ada-ada saja bung Gigih ini....:)
Saya senang membaca tulisan semua rekan2 dimilis ini,
dan mumpung lagi santai dihari2 libur.
Mengenai Pendidikan, saya hampir menemukan korelasi-nya :
"Semakin tinggi pendidikan orang tsb, semakin picik dia" .
Hehehe...untungnya dalam beberapa menit saya sadar, bahwa
yang picik ternyata malahan saya....
Have a nice weekend !
Salam,
bRidWaN
At 07:14 PM 8/27/99 -0700, GIGIH NUSANTARA wrote:
>Mas Aswat,
>
>Pendidikan memang lain dengan budipekerti, kok. Dan itu dua sisi yang
>belum pernah saya temukan korelasinya. Sebagian besar dari kita
>mengedepankan budipekerti, sebagai upaya untuk 'mangayuhayuning bawana'
>katimbang 'sekedar' pendidikan yang malah memancing sikap yang tidak
>unggah-ungguh, ngremehake liyan, adigang adigung adiguna.
>
>Adanya pendidikan, mestinya menghasilkan 'kawruh', untuk mereka yang
>belum memperoleh 'kawruh' tersebut yang ditularkan oleh orangtua,
>lingkungan, dan kerabatnya.
>
>Namun seandainya proses 'mencari kawruh' tersebut hanya disrapat saja
>cara memandangnya, maka jadilah seperti peribahasa 'berburu ke padang
>datar, dapat rusa belang kaki' itu, yang sajaknya berbunti 'berguru
>kepalang ajar, bak bunga kembang tak jadi'.
>
>Ya, 'kembang tak jadi'. Sayang, justru kembang itulah yang memberikan
>bungasari, di mana kumbang akan menyerap dan menghasilkan madu, serta
>dari situ pulalah putik akan berubah ujud menjadi buah, yang tak hanya
>untuk dinikmati, tetapi sebagai upaya untuk memberikan bibit dan benih
>bagi keturunannya yang lain, yang mengabdi kepada kehidupan dan
>sesamanya.
>
>Seandainya saudara Jantan ini tak cuma berpendidikan, tetapi juga
>berbudipekerti, cara membuat pernyataan dan penyimpulannya yang sangat
>bodoh ini pasti agak sedikit lama menyembunyikan berapa 'harga' beliau
>sebenarnya. Sayang, dia terlalu cepat membuat pernyataan yang sangat
>tidak pintar, sehingga penampilan perdananya saja sudah sangat pantas
>kalau tidak perlu ditanggapi.
>
>Kalau cuma mau 'bodon' begitu, mas Aswat belajar sama aku saja.
>
>Gigih
>
>--- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Benar sekali Mas jantan,
>>
>
>> Orang tua saya tidak berpendidikan dan mereka cuma
>> mengharapkan jadilah
>> manusia yang utama, berguna bagi sesama, dan selalu
>> ada dijalan yang benar.
>> Saya pikir ini bukan harapan orang picik dan saya
>> senang berkomunikasi
>> dengan Mas Jantan agar saya bisa mewujudkan harapan
>> orang tua.
>>
>> salam.
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: Jantan P <[EMAIL PROTECTED]>
>
>> Apa beda preman dan intelektual?
>> Apa beda yang berpendidikan dengan yang nggak makan
>> sekolahan?
>> Jawabnya singkat:
>> Lihat saja bagaimana pemimpin partai dan pendukung
>> partai itu bersikap.
>>
>> Makin picik dan sempit seorang pemimpin partai
>> (karena nggak
>> berpendidikan) semakin picik dan brutal pula
>> pendukung partai itu.
>>
>> Setuju?
>>
>>
>>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!