Itulah gunanya UU, kalaulah kita menerapkan sistem sumbangan dengan
mengadopsi acara perkawinan kan tidak relevan sama sekali, soalnya
tidak ada aturan untuk mengatur besarnya sumbangan. Kenapa? karena
itukan acara keluarga. Iya, kalau negara ini adalah milik keluarga.
Kenapa tidak relevan? karena ini sebuah negara. Hajatan pemilu itu
adalah hajatan dari seluruh rakyat, dengan kontestan 48 partai. Jadi
tidak dapatlah diibaratkan kalau ini seperti sebuah hajatan perkawinan.
Kenapa mesti ada UU, untuk mengatur aturan main, jadi semua mesti ikut
aturan main kan????



--- "Mudjiman (KPC)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ma'af yaa, bukan gue mau mbelain siapa-siapa,
> Didaerah saya sono, bila ada keluarga yang
> mengadakan hajatan, hajatan
> pengantin misal-nya; maka si keluarga tersebut,
> biasanya, menaruh kotak
> kosong penampung duwiit. Diletakan dibagian depan
> dimana tamu-tamu melewati
> daerah tersebut sebelum masuk ke arena hajatan.
> Arena tersebut yaa mungkin
> rumah, pendopo atau halaman. Nah, biasanya,
> tamu-tamu tersebut
> mencemplungkan amplop ke kotak tersebut,
> Plaang-pluung, sebelum masuk ke
> arena hajatan dan kemudian baru duduk. Kotak
> tersebut akan dibuka setelah
> hajatan selesai; dan barulah diketahui isinya. Yaa
> ada amplop kosong, ada
> amplop yang penuh uang, ada amplop yang tidak
> menulis nama penyumbang, jadi
> segala macam amplop laah. Lhaa, sebetulnya siapa sih
> yang salaah dengan
> segala aneka ragam amplop tersebut. Tuan rumah,
> penyumbang ? Lhaa siapa sih
> yang dirugikan? Tuan rumah, penyumbang, tetangga,
> orang kampung? Tak ada
> yang dirugikan, selama tuan rumah menggunakan uang
> tersebut dengan benar dan
> bertingkah laku yang benar, tidak berubah dari
> tingkah laku sebelum-nya. 
> Rekan-rekan,
> Saya yakin, tak ada orang yang netral-traal. Walau
> sedikit-kit pasti ada
> rasa berpihak pada sesuatu. Yang berpihak pada Mas
> Amien atau Mbak Mega atau
> Pak Habibie, pasti tetap akan berpihak pada mereka,
> walau sejelek apapun
> yang dilakukannya. Karena terbukti, bahwa
> orang-orang Indonesia, tak peduli
> Jawa, Cina, Batak, Melayu, Bugis dan semuanya, lebih
> banyak menggunakan
> perasaan daripada akal-pikiran. Perasaan tersebut,
> yaa emosi, marah,
> ngambek, cintrong dan sebagainya.  
> Kalau diumpamakan, kita ingin naik kesuatu platform
> yang bernama
> penyelesaian masalah, dimana kita harus melewati
> tangga, sementara tangga
> teratas bernama dialog, kemudian dibawahnya
> perdebatan atau argumentasi,
> kemudian caci-maki, dan yang terbawah adalah
> kekerasan; dimanakah kita
> berada? Mungkin, kita baru berada di tangga ke satu
> sampai ketiga. Belum
> sampai ketangga dialog. Lha bagaimana kita mampu
> mencapai ke-tangga dialog,
> belum apa-apa kita sudah marah. Dan sayang-nya,
> waktu sekolah dari SD sampai
> bangkotan, nggak ada mata pelajaran yang bernama
> dialog. 
> Saya berharap semoga ada diantara rekan-rekan yang
> mau usul ke Departemen
> Pendidikan dan Kebudayaan  untuk memasukan mata
> pelajaran; dari TK sampai
> Bangkotan; yang bernama, dialog yang benar.  Dengan
> demikian, semoga
> nanti-nya, anak-anak kita lebih suka berdialog.
> Sehingga lain dengan kita
> yang lebih suka caci-mencaci, maki-memaki dan
> gontok-gontokan.  
> 
> > ----------
> > From:       ��[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent:       Wednesday, September 01, 1999 2:07 PM
> > To:         [EMAIL PROTECTED]
> > Subject:    Re: [Kuli Tinta] Dana kampanye mPDI-P
> > 
> > Gampang kok Mas,
> > 
> > Arah angin bertiup akan menunjukan dari mana  dan
> hendak kemana.
> > 
> > salam
> > 
> >  
> > ----- Original Message ----- 
> > From: Andriecht <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: 01 September 1999 08:24
> > Subject: [Kuli Tinta] Dana kampanye mPDI-P
> > 
> > 
> > Salam,
> > Dalam sebuah tabloid edisi 51, saya membaca bahwa
> dana kampanye yang
> > dimiliki oleh PDI-P begitu besar,
> > Tabloid ini menyebutkan bahwa donatur PDI
> Perjuangan adalah:
> >      1.Arifin Panigoro = Rp 800 miliar.
> >      2.Sofyan Wanamdi = Rp 1,2 trilyun.
> >      3.Jaringan China Daratan dan Perantauan = Rp
> 4,5 trilyun.
> >      4.Negara ISRAEL = Rp 400 miliar dan
> >      5.Negara USA = Rp 1 trilyun
> > 
> > Saya tidak tahu apakah tabloid ini jenis tabloid
> kuning, yang penuh gosip
> > murahan atau tidak, mungkin ada teman-teman yang
> bisa meng-klarifikasi hal
> > ini, karena sepertinya segala sesuatu yang negatif
> yang muncul ke
> > permukaan
> > tentang PDI-P entah mengapa kok lenyap begitu
> saja, tanpa bekas, tidak ada
> > respon lebih lanjut. seakan-akan bahwa semua yang
> diperbuat oleh PDI-P
> > adalah benar.
> > 
> > Dan, Saya merasakan bahwa semua hal negatif yang
> muncul selalu dianggap
> > sengaja dimunculkan oleh lawan politik dan status
> quo untuk menjatuhkan
> > PDI-P, padahal, siapa yang tahu,..
> > 
> > Saya ingat dulu  pada awal kampanye telah
> ditetapkan dana maksimum
> > kampanye
> > dan sumbangan maksimum dari donatur, apakah hal
> ini telah dilaksanakan
> > dengan konsekuen.
> > 
> > Saya tidak setuju jika ada kekuatan asing yang
> ikut bermain dalam
> > pelaksanaan kampanye, apakah mungkin info diatas
> diselidiki dan jika benar
> > maka pelanggarnya didiskualifikasi,.
> > 
> > Sebagai rakyat biasa, saya juga ingin mengetahui
> hal ini, apakah benar
> > atau
> > tidak.
> > 
> > Demikianlah,.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >
>
______________________________________________________________________
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI 
> > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >
>
______________________________________________________________________
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI 
> > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
>
______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
=== message truncated ===

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke