Bung Dave.

Saya mengikuti kasus Bank Bali dengan prihatin. Mencoba menempatkan diri
pada pak RR, saya bisa merasakan betapa kejamnya dunia. Membangun citra
selama 49 tahun itu bukanlah upaya yang ringan. Butuh dedikasi seluruh
jiwa. Masuknya mantar boss USI IBM kesana saya tengarai mengatrol citra
Bank Bali kekelas dunia, sampai datangnya badai krisis yang meniup istana
pasir gemerlapnya Orba.

Dari financial teknis, rasanya masih perlu penjelasan mengenai sejarah
terjadinya cessie. Kalau hal ini dapat dijelaskan, termasuk apakah EGP
berhak menerima sejumlah uang tanpa harus membayar apapun ketika cessie
ditanda tangani, akan memberi kejelasan ada tidaknya pelangaran hukum.

Dari segi politis, perlu penjelasan mengapa surat bantahan itu dibuat. Dan
tentu saja kalau alasannya kuat, masih bisa dicabut. Tetapi kembali pada
kalkulasi risiko, seperti yang bung Aswat sampaikan. Meminimalkan risiko
sampai pada affordable risk.

Dalam posisi ditinggalkan para pengacaranya, saya berdoa semoga RR tetap
tabah, dan membuat keputusan terbaik untuk melangkah kedepan. Yang jelas
kasus ini mendapat perhatian bukan hanya didalam negeri, tetapi juga diluar
sana.

Yap

============================
Matur nuwun bung Yap, atas tulisan anda, tampaknya anda cukup mengenal
keadaan BB sampai
ke dalam-dalamnya, apakah anda salah satu nasabah kami ?

kita tunggu saja bersama-sama bung Yap, juga rekan-rekan netter
kuli-tinta-ers yang budiman, tanggal
main 9 September 1999 nanti (besok lusa), semoga pak RR berani mengutarakan
 semua permasalahan
dibalik kasus ini, termasuk juga proses rekapitalisasi BB ke SCB yang penuh
 dengan intrik kotor bisnis
itu...


= dave =



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke