Tenang Mbak, Hal itu juga tadi telah diutarakan leh salah satau tokoh pro integrasi yang konsisten dengan hasil jejak pendapat. Yang lebih penting lagi adalah agar yang didalam negeri tetap menggunakan akal sehat. Komunikasi efektif dijaga terus agar distori informasi bisa diisolasi. �� ----- Original Message ----- From: Natalia Murad <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 13 September 1999 02:40 Subject: [Kuli Tinta] [KMNU-List] [pk-timur] [is-lam] Tulis surat ke NEWS CENTER! FWD: Assalamu'alaikum wr.wb, Rekan-rekan di Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama yang sedang studi di luar, kami butuh dukungan rekan-rekan di sana untuk ikut membantu membantah tuduhan-tuduhan oleh media Barat terhadap Indonesia dan sekarang telah menyerempet ke masalah hubungan Islam-Katholik. Mungkin rekan-rekan di Kairo bisa bantu publikasi di sana agar public opini terhadap Indonesia di sana tidak terkontaminasi oleh public opini yang dibangun Barat seperti kutipan berita berikut ini. Tuduhan muslim Indonesia membantai rohaniwan Katholik sungguh menyakitkan hati. Bukankah yang membantai mereka adalah para milisi (yang beragama Katholik) yang didukung TNI? Semoga KWI bisa menjaga sikap sehingga masalah bangsa ini tidak semakin kusut. wassalam, -hutri- u/ harga diri muslim Indonesia ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
