Bung Martin, Aku sangat menghargai dan berterimakasih atas sikap anda itu. Aku pikir harus ada tindakan bersama semacam kampanye damai atau apapun namanya dari kita semua baik muslim, nasrani dsb. untuk membuat pemahaman yang lebih berimbang terhadap kejadian di Indonesia. Agar fitnah tidak menjadi bencana, rakyat kita sudah cukup menderita. Sudah waktunya kita melakukan sesuatu yang lebih nyata buat Indonesia. Regards, Chandra Adenan ----- Original Message ----- From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; HKBP Mailing List <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, September 12, 1999 12:01 AM Subject: Re: [Kuli Tinta] [KMNU-List] [pk-timur] [is-lam] Tulis surat ke NEWS CENTER! > Untuk harga diri Bangsa Indonesia dan kemanusiaan, apapun agamanya. > > Saya adalah seorang Indonesia, bangsa Indonesia, yang beragama Kristen. > > Saya memprotes keras bila berita yang disampaikan saudara Natalia Murad ini > benar adanya. Apa yang disampaikan oleh Pers barat bahwa terjadi > "pembantaian umat Kristen oleh umat Islam", menurut saya, tidak benar dan > cenderung mengadu domba. Karena itu, saya memprotes keras dan menuntut agar > pers barat dapat meliput berita apa adanya, tanpa "membumbu-bumbui" suatu > peristiwa untuk suatu tujuan tertentu. > > Yang terjadi di Indonesia, menurut saya, bukanlah pembantaian ataupun > kekerasan atas nama agama. Yang terjadi di Indonesia, baik di Aceh, Tanjung > Priok, Timor Timur, Irian Jaya, Peristiwa 27 Juli 1996, Kasus HKBP dan ragam > tindak kekerasan lainnya, adalah kekerasan negara yang merepresi setiap > aspirasi yang berbeda dari penguasa. Kalaupun, isu agama mencuat, hal itu > adalah semata-mata bikinan dari rejim penguasa untuk mempertajam konflik > horizontal sehingga masyarakat tidak mendapat kesempatan untuk mengkritisi > penguasa (konflik vertikal). Karena itu, terhadap aksi-aksi kekerasan di > Aceh, Tanjung Priok, Timor Timur, Irian Jaya, Peristiwa 27 Juli 1996, Kasus > HKBP, haruslah dituntut dengan tegas tanggung jawab dari penguasa rejim > Soeharto dan ABRI (yang kini disebut TNI). > > Agar pers Barat memahami kondisi Indonesia yang sangat plural. Karena itu, > membuat suatu opini yang keliru dan tidak berdasarkan fakta perihal > perbedaan suku, agama dan ras, akan sangat berbahaya dan dapat menimbulkan > kondisi yang lebih buruk lagi. > > Demikian disampaikan, kepada rekan-rekan yang memiliki akses ke pihak-pihak > yang bersangkutan, mohon bantuannya untuk menyampaikan pesan ini. Juga > kepada rekan-rekan anggota mailing list yang diperuntukkan untuk > saudara-saudara terkasih Ummat Islam, mohon bantuannya untuk diforwardkan ke > mailing list tersebut. Terimakasih. > > Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin> > Koordinator Solidaritas Mahasiswa Kristen untuk Reformasi Indonesia > Presidium Forum Mahasiswa untuk Kerukunan Umat Beragama. > Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia > _________________________________________________ ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
