From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
DR. GEORGE JUNUS ADITJONDRO:
"TIGA TAHAPAN REFERENDUM UNTUK ACHEH"
(Majalah SIPIL terbitan Forum Solidaritas untuk Pelanggaran HAM di Acheh).
...................... deleted , dibusek
semua.................................................
=======================================================

Para Netters Kulitinta,
Maaf terpaksa saya menggunakan term Jawa lagi ketika melihat artikel
semacam diatas diposting pada hari-hari ini : Kecut !. Kecut artinya masam.
Bisa juga berarti basi karena tidak cocok waktu , jadi bau atau basin.

Saya melihatnya begini. Pertama, dari siapa yang bisa kita dengar untuk
masalah Aceh. Kita harus mencermati pendapat Dr. Aditjondro pada masalah
Timor Timur. Latarbelakang Nasrani-nya amat menguntungkan untuk bisa
mendalami menukik jauh perasaan Timor Timur. Tentu saja itu kelengkapan
dari integritasnya yang selalu berpihak pada kemanusiaan yang merupakan
faktor utama.

Lain Aceh, lain Timor. Masalah Aceh adalah masalah sosial yang erat
berkaitan dengan perasaan keislaman. Kesalahpahaman mengerti soal
tersebut adalah penyebab keruwetan saat ini. Kesalahpahaman mengerti
perasaan orang lain. Kesalahpahaman seorang nasionalis semacam
Bung Karno ataupun Nasionalis Militer semacam Suharto.  Dari itu kita harus
hati-hati dengan intervensi "orang lain" yang mungkin sok-mengerti yang
bisa jadi mengulang kesalahan-kesalahan dimasa lampau. Marilah kita
sekarang ini memberikan kesempatan seluas-luasnya pada orang-dalam
dahulu. Orang luar jangan gampang-gampang pentang bacot dulu !
Beri kesempatan lebih banyak pada orang-orang macam Dr.Hasballah.

Yang kedua, kita semua mengetahui bahwa sekarang sedang muncul era
harapan baru. Era pemerintahan baru Gus Dur-Megawati yang kita harapkan
punya pendekatan baru untuk berusaha kembali merekatkan mengeratkan tali
persatuan yang telah semakin longgar. Beri kesempatan yang luas pada
mereka buat berusaha maksimal dulu. Beri kesempatan Gus Dur memecahkan
masalah Aceh. Kemudian setelah waktu yang cukup, barulah akan kita
nilai , apakah kesempatan terakhir itu bisa digunakan baik atau tidak.
Setelah itu. kalau gagal,  barulah kata-kata kotor dan PORNO itu :
referendum buat Aceh, akan kita keluarkan lagi dari dalam laci dan kita
desakkan bersama.

Sekali lagi saudara-saudara, perasaan kebangsaan dan keadilan saya amat
tersinggung dengan pemuatan posting bagus tapi sangat tidak tepat waktu
dan kurang punya otoritas itu. Kurang dipikir dalam , kurang bertanggung
jawab,
dan.....KECUT dan PORNO dan  BASIN ! .

Wassalam.
Abdullah Hasan.
( Maaf , sangat emosi ! )




______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke