Kalau baca di detik.com, hari ini siapa yang otaknya ngeres ?
http://www.detik.com/berita/199911/19991103-2105.htm
Rabu, 3/11/1999
Mar'ie Buka Pertemuan
Brawijaya
Reporter: Budiono Darsono
detikcom, Jakarta- Mar'ie
Muhammad akhirnya buka kartu soal
pertemuannya dengan Dubes
AS, Alwi Shihab dan Bambang
Sudibyo. Pertemuan di
Jl.Brawijaya inilah yang belakangan
melahirkan ribut-ribut bahwa
Dubes AS menekan Bambang agar
tidak mengganti Ketua BPPN,
Glenn MS Yusuf.
"Sejauh yang saya tahu,
Dubes AS tidak bicara agar Glenn tidak
diganti,"kata Mar'ie. Mar'ie
membuka bagaimana kisah pertemuan
itu di kantor Masyarakat
Transparansi Indonesia (MTI) di
Jl.Ciasem I No.1, Jakarta
Selatan, Rabu (3/11/1999) pukul 20.45
wib.
dstnya baca sendiri.
----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: Millis Kuli-Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, November 03, 1999 4:37 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Dubes AS
> Mas Aswat,
> Peristiwa menarik yang anda angkat bisa dikomentari dari bermacam sudut.
>
> Dari sudut orang dalam orang luar umpamanya:
> Bagi seseorang yang menganggap mas Amin orang dalam, bakal setuju sekali
> dengan sikap beliau. Lha wong dia itu "lambangnya" rakyat semua ini, ketua
> Majelis Tertinggi Negara. Ya wajar, mesti marah dan tersinggung. Apa
> disuruh diam saja?. bagaimana kalau nanti diulang terus-terusan ?. Dubes
> asing kok berani ngancam2 ngatur2 kandang orang, cuma karena ngutangi
> duit yang mesti kita bayar. Kalau Bung Karno almarhum, dubes itu pasti
> digites , diuleg , dilemparkan balik pulang ke kampungnya secepat kilat !.
>
> Bagi seorang yang menganggap mas Amin itu "orang luar", otaknya bakal
muter
> mlungker ruwet macam2. Langkah Poros Tengah apa lagi ya ? Apa mau
> menggulingkan Mega ( bingung, To! )? Atau dugaan2 soal BPPN, langkah Islam
> menguasai aset negara, dan lain-lain ( otak ngeres). Kok kurang PD , ya ?
> Bukankah DPR sekarang Komposisinya sedemikian berimbang ? Bukankah
> keadaan sudah memaksa semua harus transparan ? Tapi apa boleh buat ,
> kalau sudah kadung alergi, sulit sekali jamunya.
>
> Dari sudut kenegaraan:
> Saya melihat permainan cantik . Amin dengan kuat sudah menjitak dubes
> Amerika. Sudah pasti dubes tersebut dimarahi habis oleh bosnya. Amerika
> pasti mendengar pesan: Agak halus sedikitlah !
> Menlu kita Alwi Shihab main kalem buat menyelamatkan muka dubes Amerika.
> Meskipun tidak membantah substansi pembicaraan, dia mengartikan dari
> sangka-baik: Bukan ancaman tapi, harapan. Demikian pula Menkeu Sudibyo,
> meskipun bilang amat terperangah dengan "nasihat" sang dubes, tapi dia
turut
> menyelamatkan muka sang dubes: saat itu saya belum Menkeu, baru ketua
> MM UGM. Bukahkah Amerika itu masih negara yang amat penting buat kita ?
> Manis, tapi cukup cerdas , bukan ?
>
>
> Dari sudut susunan kabinet belum diumumkan :
> Saya angkat tangan mas. Barangkali bagiannya Permadi S.H. pakar
> paranormal itu. Kalau saya yang terang-terang saja. Yang terang, ada
> Kezaliman terang didepan mata, harus terang tegas dihadapi.Yang
> samar-samar bikit sakit mata dan bikin puyeng. Buat apa ?
>
> Wassalam.
> Abdullah Hasan
>
> From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Ketua MPR dengan mata berapi-api mengatakan bahwa tidak bleh lagi
> ada dubes asing yang mencampuri urusan DN Indonesia berkaitan
> dengan isu mengenai tekanan Dubes AS kepada Pak Dib Menkeu.
>
> Nah, pak Dib sendiri kemudian menjelaskan bahwa ia tidak
> tersinggung atau merasa dicampuri urusannya karena pada saat itu
> ia sebagai Direktur MM UGM. bahkan Pak Dib menambahkan bahwa
> kalau hal itu dikatakan saat ini maka dirinya akan tersinggung.
>
> Timbul pertanyaan didalam hati, menagapa Ketua MPR marah sekali
> padahal hal itu terjadi ketika susunan kabinet belum dibentuk
> apalagi diumumkan?
>
> Ada yang bisa menjelaskan atau memberi komentar?
>
> ��
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!