Sebagai perbandingan,
http://www.berpolitik.com/articles/99/11/04/0959258.shtml
<<...>> Mar'ie Sendiri Kaget Dengan Sikap "Kasar" Dubes AS Pada
Menkeu
</search.pl?topic=news> <<...>> </search.pl?topic=news>Kamis, 04
Nopember 1999, @09:59 WIB Saat ini ada upaya-upaya pembersihan berita
penekanan Dubes AS kepada Menkeu yang baru. Salah satu Ketua Partai Bulan
Bintang mengaku ditemui seseorang yang mencoba membantah berita di
koran-koran mengenai tekanan Dubes AS tersebut. Namun demikian, kesaksian
lain mengatakan, sebenarnya Mar'ie juga kaget dengan sikap kasar Dubes AS
kepada Menkeu --yang waktu itu belum dilantik-- karena sang Dubes bersikap
lagaknya seorang Presiden RI yang memberi perintah kepada Menterinya.
Berita yang dilansir sebuah media internet mengutip pernyataan seorang
sumber yang dipercaya mengatakan bahwa pertemuan Dubes AS-Menkeu bukan di
MTI dan tidak ada penekanan. Menanggapi hal tersebut, sumber BerPolitik.com
di Departemen Keuangan mengatakan, "Pertemuannya memang bukan di kantor MTI,
tetapi di kantor Pak Mar'ie yang di Kebayoran, yaitu kantor KKI." Ia
kemudian menambahkan, "Tetapi yang lebih penting bukan lokasi tempat
pertemuan itu. Adalah benar Dubes AS telah melakukan penekanan kepada
Menkeu." Bahkan sumber lain yang dihubungi BerPolitik.com mengatakan, "Saya
sudah mendengar dari Pak Mar'ie, bahwa dia sendiri kaget sewaktu
mendengarkan pembicaraan Dubes AS kepada Bambang Sudibyo. Sebagai tuan rumah
Pak Mar'ie merasa tidak enak dengan sikap Dubes AS kepada Menkeu yang diakui
oleh Mar'ie sebagai sikap yang kasar." Sumber itu juga menjelaskan, ketika
pembicaraan panas itu berlangsung, Mar'ie dan Alwi Shihab ada di tempat itu.
"Tidak benar Pak Alwi sedang keluar untuk shalat seperti dikutip oleh
Republika. Ia dan Mar'ie ada di situ saat pembicaraan sedang memanas,"
katanya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh sumber BerPolitik.com di
Departemen Keuangan ketika dikonfirmasi. "Pak Bambang menceritakan kepada
saya seperti itu, lalu saya menghubungi Pak Amien malam sebelum pelantikan.
Dan saya yakin yang disampaikan Pak Bambang benar, dan tidak mungkin Pak
Amien melansir ke media kalau beliau tidak yakin dengan kebenaran ucapan Pak
Bambang" katanya. Dan yang menarik, setelah Bambang Sudibyo keluar dari
pertemuan itu, Glenn Yusuf-- yang diperjuangkan Dubes AS kepada Menkeu agar
tidak dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BPPN-- masuk menemui Dubes AS
di tempat yang sama.***
> -----Original Message-----
> From: Marto Blantik [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, November 04, 1999 8:28 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Dubes AS
>
> Kalau baca di detik.com, hari ini siapa yang otaknya ngeres ?
> http://www.detik.com/berita/199911/19991103-2105.htm
>
> Rabu, 3/11/1999
> Mar'ie Buka Pertemuan
> Brawijaya
> Reporter: Budiono Darsono
>
> detikcom, Jakarta- Mar'ie
> Muhammad akhirnya buka kartu soal
> pertemuannya dengan Dubes
> AS, Alwi Shihab dan Bambang
> Sudibyo. Pertemuan di
> Jl.Brawijaya inilah yang belakangan
> melahirkan ribut-ribut
> bahwa
> Dubes AS menekan Bambang agar
> tidak mengganti Ketua
> BPPN,
> Glenn MS Yusuf.
>
> "Sejauh yang saya tahu,
> Dubes AS tidak bicara agar Glenn tidak
> diganti,"kata Mar'ie.
> Mar'ie
> membuka bagaimana kisah pertemuan
> itu di kantor Masyarakat
> Transparansi Indonesia (MTI) di
> Jl.Ciasem I No.1, Jakarta
> Selatan, Rabu (3/11/1999) pukul 20.45
> wib.
>
> dstnya baca sendiri.
>
> ----- Original Message -----
> From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Millis Kuli-Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, November 03, 1999 4:37 PM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Dubes AS
>
>
> > Mas Aswat,
> > Peristiwa menarik yang anda angkat bisa dikomentari dari bermacam sudut.
> >
> > Dari sudut orang dalam orang luar umpamanya:
> > Bagi seseorang yang menganggap mas Amin orang dalam, bakal setuju sekali
> > dengan sikap beliau. Lha wong dia itu "lambangnya" rakyat semua ini,
> ketua
> > Majelis Tertinggi Negara. Ya wajar, mesti marah dan tersinggung. Apa
> > disuruh diam saja?. bagaimana kalau nanti diulang terus-terusan ?. Dubes
> > asing kok berani ngancam2 ngatur2 kandang orang, cuma karena ngutangi
> > duit yang mesti kita bayar. Kalau Bung Karno almarhum, dubes itu pasti
> > digites , diuleg , dilemparkan balik pulang ke kampungnya secepat kilat
> !.
> >
> > Bagi seorang yang menganggap mas Amin itu "orang luar", otaknya bakal
> muter
> > mlungker ruwet macam2. Langkah Poros Tengah apa lagi ya ? Apa mau
> > menggulingkan Mega ( bingung, To! )? Atau dugaan2 soal BPPN, langkah
> Islam
> > menguasai aset negara, dan lain-lain ( otak ngeres). Kok kurang PD , ya
> ?
> > Bukankah DPR sekarang Komposisinya sedemikian berimbang ? Bukankah
> > keadaan sudah memaksa semua harus transparan ? Tapi apa boleh buat ,
> > kalau sudah kadung alergi, sulit sekali jamunya.
> >
> > Dari sudut kenegaraan:
> > Saya melihat permainan cantik . Amin dengan kuat sudah menjitak dubes
> > Amerika. Sudah pasti dubes tersebut dimarahi habis oleh bosnya. Amerika
> > pasti mendengar pesan: Agak halus sedikitlah !
> > Menlu kita Alwi Shihab main kalem buat menyelamatkan muka dubes Amerika.
> > Meskipun tidak membantah substansi pembicaraan, dia mengartikan dari
> > sangka-baik: Bukan ancaman tapi, harapan. Demikian pula Menkeu Sudibyo,
> > meskipun bilang amat terperangah dengan "nasihat" sang dubes, tapi dia
> turut
> > menyelamatkan muka sang dubes: saat itu saya belum Menkeu, baru ketua
> > MM UGM. Bukahkah Amerika itu masih negara yang amat penting buat kita ?
> > Manis, tapi cukup cerdas , bukan ?
> >
> >
> > Dari sudut susunan kabinet belum diumumkan :
> > Saya angkat tangan mas. Barangkali bagiannya Permadi S.H. pakar
> > paranormal itu. Kalau saya yang terang-terang saja. Yang terang, ada
> > Kezaliman terang didepan mata, harus terang tegas dihadapi.Yang
> > samar-samar bikit sakit mata dan bikin puyeng. Buat apa ?
> >
> > Wassalam.
> > Abdullah Hasan
> >
> > From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> > Ketua MPR dengan mata berapi-api mengatakan bahwa tidak bleh lagi
> > ada dubes asing yang mencampuri urusan DN Indonesia berkaitan
> > dengan isu mengenai tekanan Dubes AS kepada Pak Dib Menkeu.
> >
> > Nah, pak Dib sendiri kemudian menjelaskan bahwa ia tidak
> > tersinggung atau merasa dicampuri urusannya karena pada saat itu
> > ia sebagai Direktur MM UGM. bahkan Pak Dib menambahkan bahwa
> > kalau hal itu dikatakan saat ini maka dirinya akan tersinggung.
> >
> > Timbul pertanyaan didalam hati, menagapa Ketua MPR marah sekali
> > padahal hal itu terjadi ketika susunan kabinet belum dibentuk
> > apalagi diumumkan?
> >
> > Ada yang bisa menjelaskan atau memberi komentar?
> >
> > ��
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!