Wah gile bener, setelah kucek ternyata setelah 10 tahun, thesisnya di
review, dan ini aneh dalam dunia akademis, ini cuplikannya.
An ad hoc review committe within the MIT Dept. of Political Science asked
that their seven-leaf
memorandum, dated December 28, 1992, and six leaves of errata sheets be
amended to the dissertation.
Kalo bener berita ini, ya lagi-lagi masalah moral.
MB
Date: 2 Nov 99 19:23:18 EST
From: Al-Ghozie Usman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: Plagiator jadi mendikbud
CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Dear all,
kayanya sebuah skandal menimpa lagi kabinet yang baru ini (baca berita di
bawah ini). Ini berkaitan dengan posisi yang paling penting dalam dunia
pendidikan di Indonesia. Yahya Muhaimin, sang menteri, dituduh sebagai
plagiator. Thesisnya di MIT hanya menjiplak beberapa karya sarjana terkenal.
Ini bukan berita bohong! Kami sudah mengechek thesis yang bersangkutan dan
mendapati bahwa thesis ini pernah mendapatkan memorandum pada tahun 1992
dari
para profesor di departemen yang bersangkutan. Thesisnya sendiri selesai
ditulis tahun 1982 (10 tahun sebelumnya). Para profesor terpaksa me 'review'
ulang keabsahan thesis yang bersangkutan. Kegiatan pagiarism ini ditulis
gamblang oleh Ismed Fanany, "Plagiat-plagiat di MIT: Sebuah Tragedi Akademis
Indonesia" (Jakarta: CV Haji Masagung, 1991). Dari buku ini jelas Yahya
sudah
melakukan plagiarism. Barangsiapa yang pernah studi di Amerika pasti tahu
kaidah pengutipan karya ilmiah yang sah. Yahya terbukti kuat melanggar
kaidah
dasar akademis ini.
Pantaskah orang seperti ini menjadi menteri pendidikan? Pantaskah jabatan
tertinggi ini diemban oleh orang yang telah melanggar moral terpenting dalam
pendidikan. Jangan-jangan nantinya plagiarism disahkan di Indonesia.
Silahkan baca tulisan berikut ini. Bagi anda yang ingin mengetahui
bukti-bukti plagiarism tersebut silahkan baca bukunya Ismed Fanany dan lihat
juga sedikit keterangan tentang thesis Yahya ini di
http://owens.mit.edu:8000/FETCH:%3Asessionid=11871:next=html/record.html:res
ultset=1:format=F:recno=1:entitytoprecno=1:entitycurrecno=1:47
atau silahkan check ke online catalog MIT library (Barton Catalog)
http://owens.mit.edu:8000/LOGIN:sessionid=0:next=html/databases.html:bad=htm
l/authofail.html:entitylang=eng
Demi tegaknya integritas ilmiah,
Al-Ghozie Usman
----- Forwarded Message
Date: Wed, 03 Nov 1999 00:39:58 -0700
From: SiaR News Service <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: SiaR---GELAR DOKTOR HAMZAH HAZ ASPAL DAN YAHYA MUHAIMIN PLAGIAT
Precedence: bulk
GELAR DOKTOR HAMZAH HAZ ASPAL DAN YAHYA MUHAIMIN PLAGIAT
JAKARTA, (SiaR, 2/9/99). Kabinet Gus Dur-Mega kembali digoyang skandal.
Kali ini menyangkut Menko Kesra dan Taskin Hamzah Haz yang gelar doktornya
diduga asli tapi palsu (aspal), serta Menteri Pendidikan Yahya Muhaimin
yang
gelar doktornya merupakan hasil menjiplak karya orang lain (plagiat).
Tindakan tidak terpuji dari kedua menteri ini sudah menjadi pengetahuan
umum di kalangan akademisi kampus sejak beberapa tahun belakangan. Hamzah
Haz membeli gelar doktornya dari sebuah lembaga pendidikan "gurem" yang
beroperasi di kawasan Jakarta Pusat. Sementara itu, Yahya Muhaimin dituduh
menjiplak karya orang lain untuk menyusun disertasinya yang mengambil tema
tentang bisnis di kalangan militer dan birokrat Orde Baru.
Kasus plagiat yang dilakukan Yahya Muhaimin ini sempat menjadi perdebatan
di salah satu suratkabar nasional beberapa tahun lalu. Disebutkan, bahwa
Yahya mencontek mentah-mentah, tanpa perubahan, karya tulis penulis yang
dikutipnya. Seperti footnote yang tidak ada perubahan sama sekali dengan
karya penulis yang dikutipnya. Gelar PhD-nya, diperoleh Yahya dari
perguruan
tinggi bergengsi di AS, Massachussette Institute of Technology (MIT).
Sedangkan gelar doktor yang diperoleh Hamzah Haz yang mempunyai dua isteri
itu, sempat melahirkan olok-olok diantara rekan-rekan sejawatnya di
kalangan
DPR-RI di masa Soeharto berkuasa. Rekan-rekannya menjuluki gelar doktor
Hamzah Haz sebagai, gelar doktor dari "kaki lima" di jalan Kebonsirih.
Sementara itu, Yahya Muhaimin di kalangan rekan-rekannya sesama staf
pengajar di Universitas Gajah Mada (UGM) dikenal merupakan seorang
akademisi
karir yang tidak terlalu dikenal sejak masa mahasiswanya sebagai aktivis
salah satu organisasi ekstra maupun intra mahasiswa.
"Ia memang ikut sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, tapi bukan
sebagai organizer, hanya anggota biasa yang tak terlalu aktif dalam
menggagas kegiatan organisasi," ujar salah seorang mantan aktivis mahasiswa
tahun 1960-an, dan 1970-an.
Cendekiawan Dr Onghokham menyatakan keprihatinannya terhadap
realitas adanya beberapa menteri yang gelar akademiknya diragukan
kredibilitasnya. Menurut Ong, Presiden Gus Dur bisa saja meminta pihak
sekretariat negara untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut,
karena hal ini menyangkut kewibawaan kabinet yang dipimpinnya.
"Dimana integritas moralnya jika menteri yang memimpin departemen
itu ternyata terlibat di dalam suatu tindakan yang tidak terpuji di dunia
pendidikan itu?" kata Ong.***
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!