BPN memang dijadikan sarana untuk menghilangkan jejak kepemilikan tanah, khususnya keluarga mantan godfather. Di daerah-daerah, kanwil bpn bukan main kaya. Tak cuma itu, juga memanipulasi surat-surat tanah yang tiba-tiba bisa jadi milik beliaunya (yang ini namanya wardoyo, di jatim). Padahal penghuni di situ ya nggak ganti-ganti, sejak perang kemerdekaan. Bayangkan saja, jika tarip resmi surat tanah tak sampai 10-ribu, nyatanya bisa jutaan. Maka saya suka ngiri dan benci setengah mampus, kalau pas ada tayangan di teve, mengenai bagaimana gampangnya mengurus dan mendapatkan sertifikat tanah yang hak milik itu. Karena urusan tanah memang tetep harus ada, maka kesan pembubaran bpn memang sekedar reformasi setengah hati. malah tambah menteri baru, sementara departemen yang bubar urusannya tetap ada. Mungkin akan masuk ke depdagri. Dulu juga begitu, kok. Cuma ulah godfather saja yang kemudian urusan tanah ini dimenterikan, supaya itu tadi, cukup menterinya saja yang tahu. Enak, to? Jadi ? Bagus BPN bubar saja. Lalu urusan tanah dibikin sederhana dan transparan. Dirikan pos-pos pengaduan, yang bertindak efektif. Jangan kena sogok lagi. ===== __________________________________________________ Do You Yahoo!? Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com ______________________________________________________________________ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
