Sidang Umum Masyarakat Pejuang Referendum (SU MPR) Aceh hari Senin 8
November 1999 berlangsung dengan sukses. Melihat suasana yang ditayangkan
televisi, rakyat begitu padat berjubel (dikabarkan sekitar dua juta orang
dari 4,3 juta penduduk Propinsi Aceh), saya terkesima. Luar biasa! Tidak ada
bentrokan, tidak ada kerusuhan, seluruhnya berlangsung dengan aman, damai.
Inilah kahikat demokrasi. Rakyat tanpa rasa takut mengungkapkan aspirasinya.
Tidak ada intimidasi, tidak ada bentrokan dengan aparat, tidak ada ancaman
"ditangkap karena makar". Merinding bulu roma menyaksikannya. Tapi di lain
pihak,. terus-terang, tak bisa diungkiri timbulnya rasa sedih karena
tampaknya kehendak rakyat Aceh untuk melepaskan diri dari Republik Indonesia
tercinta, cepat atau lambat akan menjadi kenyataan. Ibarat keluarga besar,
salah satu saudara kita tercinta akan pergi meninggalkan kita, memisahkan
diri dan keluar dari keluarga besar, betapa pun kita akui itu merupakan hak
yang bersangkutan, rasa sedih tak terhindarkan. Saudara kita, yang sejak
Indonesia merdeka terus menerus diabaikan, selalu luput dari perhatian,
diperlakukan tidak adil, tanpa kita sendiri bisa melakukan apa-apa untuk
menolong, tampaknya tak bisa lagi dicegah untuk meninggalkan kita pergi
membawa nasibnya sendiri.
Maka bagaimana pun, yang tinggal adalah penyesalan. Pemerintahan sudah tiga
kali berganti, dan tidak ada yang melakukan sesuatu untuk mencegah. Itu
terjadi dengan Soekarno, Soeharto, Habibie, dan sayang sekali pemerintahan
Gus Dur pun belum sempat berbuat apa-apa. Bisa dibayangkan betapa kecewa
rakyat Aceh karena pemimpin baru yang tadinya mereka sempat menaruh harapan,
ternyata lebih mendahulukan bertandang ke negeri orang daripada datang ke
Aceh untuk mencoba mencari jalan keluar. Lebih mendahulukan berbaikbaik
dengan negara Yahudi Israel daripada mengurus Serambi Mekah. Dan, Sang Ibu
Rumah Tangga, yang mengurusi "rumah" selama kepala rumah tangga
melanglangbuana, seperti biasa hanya diam seribu basa. Cut Nya' tidakkah
Anda dapat berbuat sesuatu, atau setidak-tidaknya mengatakan sesuatu untuk
sekadar menghibur rakyat Aceh?
Reva Renaldo
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!