Pagi ini, ada dialog wawancara menarik antara Affan Gafar dan AM Fatwa di Liputan 6. Dikatakan menarik karena Pertama AM Fatwa buka tandingan Affan Gafar dalam soal konsep dan pemahaman ide perubahan negara Kesatuan ke Ide negara federasi; Ke dua, Affan Gafar dengan lugas mengatakan bahwa PAN main-main dengan ide negara federasi yang kini menjadi tuntutan politik. Amin Rais dan Affan Gafar sebenarnya kolega akademik di Fisipol UGM, namun tampaknya mereka jarang bertemu dalam forum akademik apalagi di kampus sehingga baru kali ini Affan dengan nada tinggi mengatakan bahwa ide itu main-main. Di sisi lain, sanggahan AM Fatwa yang mengatakan bahwa PAN hanya sekedar membuka wacana mengenai ide negara federasi pada saat kampanye lalu justru dilihat oleh Affan sebagai penawaran ide tanpa kosep dengan jelas dan itu disebutnya sebagai main-main. Juga sanggahan AM Fatwa yang mengacu kepada pernyataan Amin Rais bahwa membentuk negara itu tidak semudah membentuk kampung menunjukkan inkonsistensi alur idenya. Dalam hal ini Arfan memberi contoh bahwa belajar dari sejarah Amerika, selama 200 taun Amerika telah memilih negara federasi maka selamanya negara federasi. Mungkin sebagai acuan kita juga bisa melihat ke USSR yang dulunya adidaya tidak akan lagi dijumpai dalam peta milinium selanjutnya. Nah, yang lebih menarik lagi adalah kini Amin Rais sebagai ketua MPR mengatakan bahwa pemisahan diri Aceh berarti negara RI bubar. Apakah mekanisme penghancuran diri sedang bekerja di Negara ini tanpa disadari? �� (sedang membayangkan kehancuran sebuah bangsa dari peradaban dunia berdasar pengalaman USSR) -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail kosong ke alamat; Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
