Di TV tertayang beberapa orang demonstran yang dulu sangat
menikmati fasilitas kekuasaan Orba dan kini menjadi berada
didepan untuk menyuarakan tuntutan kemerdekaan Irian.

Kasus keseimbangan Pusat dan daerah adalah kasus yang belum
tuntas sejak kemerdekaan namun diperparah oleh pemerintahan Orba
yang KKN. Diskriminasi di bumi Irja dan kasus Freeport terjadi
dimasa Orba. Mengapa dulu tokoh-tokoh itu begitu ikut menikmati
ketidakadilan itu dan kini setelah rezim Orba tdak lagi berkuasa
menjadi kritis?  Sejauh yang saya mampu mengingat, hanya Barnabas
Suebu sebagai gubernur pada sat itu yang berani menyuarakan
mengenai ketidak adilan di bumi Irja.

Hal yang sama juga terjadi dalam berbagai daerah yang mulai
gerah. Lalu kemana saja mereka ini selama 32 tahun itu?
Pemerintahan Orba tidak mungkin langgeng dengan ketidak adilan
itu kalau tidak ada yang mendukung. Di Aceh telah teradi
pertarungan sengit antara PPP dan Golkar dimana kemenanga Golkar
di Aceh adalah salah satu indikator bagi keberhasilan Golkar
untukmenguasai Indoensia. Akhirnya dibawah Gubernur yang berasal
dari Aceh Golkar berhasill mengungguli  PPP. Artinya DOM sejak
Mei 89 itu dan UU tentang Aceh yang tidak dilaksanakan itu
terjadi dalam kurun watu dimana wakil-wakil rakyat dari PPP dan
Golkar sangat menguasai DPRD.  Kasus yang sama, yaitu dominasi
parpol tersebut di Riau dan Kaltim juga terjadi selama kurun
waktu Orba berkuasa. lalu kemana saja mereka selama ini?

Ini bentuk resistance to change atau murni opportunist?

��


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke