> On Sun, 12 Dec 1999, GIGIH NUSANTARA wrote:
>
> > Saya tak akan pernah protes, untuk sebuah gagasan.
> > Saya menghargai gagasan, apa pun bentuknya. Saya akan
> > memprotes jika ada pengembangan ke arah pemaksaan
> > gagasan. Gagasan yang dipaksakan saya artikan sebagai
>
> WAM:
> Bagus bung, jika anda memang bisa menghargai gagasan.
> Jika anda bisa _membaca_ apa yang tersirat dari posting saya,
> mestinya anda juga protes. Ketika PDI-P _mengancam_ akan terjadi revolusi
> jika Mega tidak jadi presiden, bukan kah itu sudah merupakan suatu
> pemaksaan? Belum lagi pembakaran dan perusakan yang terjadi di beberapa
> tempat di jakarta, Solo, Bali (to mention a few). Belum cukup kah itu
> untuk menyadarkan anda bahwa yang terjadi bukan lagi gagasan, tapi sudah
> pemaksaan kehendak?

Siapa bilang PDI-P kalah trus ada revolusi itu hanya mass media tertentu
saja yg kita sdh tahu lah kiblatnya kemana, kalau memang ada kerusuhan
dimana - mana, itu krn rakyat bung, bertindak spontan melihat lagi lagi
ketidakadilan menimpa mereka bahkan setelah mereka merasa memiliki sedikit
kekuatan kembali lagipula sekian lama mereka dibungkam tirani, sekarang lagi
lagi keinginan dan aspirasi mereka diganjal dan dijegal dgn isu - isu yg
kotor dan tidak etis bahkan menuju pd disintegrasi bangsa, spt isu SARA.

> Bung, kalau cuma soal menghargai gagasan, banyak yang bisa melakukan. Saya
> juga bisa. Bahkan gagasan bahwa pemenang pemilu berhak menjadikan pimpinan
> partainya menjadi presiden pun saya hargai. Yang tidak bisa saya terima
> adalah, sementara peraturannya belum dirubah, jangan seenaknya mau
> menerapkan gagasan itu. Sebab, selama ini aturan yang kita anut adalah
> presiden dipilih oleh MPR.

Anda kok kayak rezim orba saja, selalu bersembunyi dibalik asas legalitas
hukum. Ingat bung hukum legal formal seringkali bertentangan dengan nilai -
nilai keadilan dan nurani masyarakat.
>


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke