soal kang amien,
ini ada lagi pendapat tentangnya.....
mBin
-----
James Danandjaja menjawab satunet.com
'Amien mengintai Gus Dur, berharap kena stroke lagi' - 13/1/2000, 04:49 WIB
Laporan Asep Salahudin Samboja
----------------------------------------------------------------------------
----
satunet.com - Ketua MPR Dr Amien Rais dinilai tengah mengincar posisi
presiden dengan memanfaatkan isu Ambon dan Poros Tengah demi popularitas
dirinya. Disinyalir, Amien memperkirakan Gus Dur hanya bisa bertahan
satu-dua tahun lagi atas alasan kesehatan, dan ia tengah mengincar peluang
'untuk masuk'.
Analisa itu disampaikan ahli antropologi UI Prof Dr James Danandjaja kepada
satunet.com Rabu, saat menilai keanehan kasus Maluku dengan kekerasan serta
jatuhnya ribuan nyawa manusia secara berlarut-larut. Bahkan ketika Jakarta
sudah campur tangan pun, peristiwa itu tidak kunjung mereda.
Dalam kaitan itu ia menyesalkan Amien sebagai seorang politisi senior dan
Ketua MPR justru memanfaatkan isu pembantaian Maluku untuk menaikkan
popularitas dirinya. "Amien Rais itu perlu dicurigai. Dia seenaknya saja
mengajak orang-orang di Jakarta ini untuk berjihad ke Ambon. Belum tentu dia
berbuat untuk kepentingan bangsa," ucap James.
Secara sepihak ahli folklore Indonesia itu memberi julukan kepada Amien
sebagai, "Kancil yang licik," dengan alasan telah memperalat agama untuk
kepentingan pribadi dan kelompoknya. "Masalah agama 'kan paling efektif dan
sensitif," tuturnya.
James menduga, motif utama Amien Rais itu tak lain adalah ingin menjadi
presiden. Dengan membentuk Poros Tengah, motivasinya tidak lain adalah untuk
menjadi presiden. "Dia itu pintar. Tapi, belakangan dia panik karena suara
yang didapat partainya kecil. Gus Dur menjadi presiden itu atas jasa dia,"
kata James. "Tapi, itu bukan untuk kepentingan bangsa dan negara, melainkan
untuk kepentingan dia."
Dijelaskannya, karena kondisi kesehatan Gus Dur yang kurang prima lantaran
pernah mengalami stroke, diramalkan Gus Dur tidak bertahan lama. "Nah, Amien
ingin masuk ke situ," tambah James dengan penuh keyakinan. "Sekarang, ketika
ada lowongan, dengan adanya ramai-ramai soal Ambon, dia masuk ke dalamnya."
Seharusnya sebagai Ketua MPR RI Amien Rais harus bersikap hati-hati. Kalau
dia ikut terlibat dalam aksi sejuta umat, menurut James, Amien tidak lain
hanyalah seorang oportunis. "Pemimpin seperti ini agak berbahaya. Saya
menilainya seperti kancil. Tapi bukan kancil yang cerdik, melainkan kancil
yang licik," kata James.
Menurut dia, tak ada suku bangsa di mana pun yang suka berkelahi. Hanya
saja, keadaan di Indonesia sekarang ini memang sedang aneh, terutama sejak
euforia politik yang tidak terkendali. "Kita mengalami masa anomi, dulu
biasa diatur, tiba-tiba dilepas. Bahkan persoalan HAM yang substansinya
baik, membuat polisi dan tentara kebingungan," ungkap James, penulis buku
Folklore Indonesia.
Sekarang, katanya, masalah yang terjadi di Ambon berpotensi terjadi di
Jakarta, karena masalah agama sedang dibakar-bakar. "Untung presidennya
orang baik dan cukup berwibawa. Meskipun Gus Dur itu kiai, tapi dia tidak
mementingkan agama, melainkan mementingkan kebenaran," ujar James.
Manuver yang dilakukan Amien beberapa hari terakhir ini dinilai James
memperlihatkan kepentingan pribadinya. "Dia merasa paling penting, misalnya
dengan mengatakan bahwa naiknya Gus Dur menjadi presiden adalah berkat Poros
Tengah, dan itu tidak lain adalah karena jasanya," kritik James.
"Seharusnya, kalau benar Amien ingin membantu menyelesaikan persoalan Ambon,
dia bisa menghadap Gus Dur. Itu kan lebih efektif. Dia bisa bertemu Gus Dur
dan memberitahu jalan keluarnya, bukan ikut ramai-ramai di Monas. Seharusnya
Amien ikut menenangkan massanya, bukan mengajak jihad ke Ambon,"
sesalnya.[anr]
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!