Apakah keterlibatan Cacuk di PDR dulu bukan lebih dilandasi oleh
semangat primodial sebagai sesama alumni ITB seperti Jumhur H ?
Ucapan Bambang Yudhoyono bahwa assignment seseorang bukan
didasarkan pada karena mendengar seseorang berprestasi atau mampu
namun lebih kepada penilaian yang seksama terhadap kapabilitas,
integritas, dan komitmennya mungkin bisa menjadi salah satu
indikator bagaimana proses assignment berlangsung.
Memang orang pandai di Indonesia banyak seperti dikatakan oleh Om
mBien. BPPT adalah kumpulan orang-orang pandai terpilih sehingga
dulu kalau kita ketemu dengan anak Indonesia di Jerman kebanyakan
mesti anak BPPT. Contoh aja kemarin dalam pemerintahan HBB. Prof
dan PhD inflasi disekeliling HBB. Namun, kepandaian saja tidak
cukup. Seorang pemimpin bukan hanya berbekal kepandaian, apalagi
pemimpin organisasi strategis. Lihatlah bagaimana Umar Juoro Ph.D
kehabisan akal untuk membela pertanggung jawaban Presiden dengan
data yang berlepotan itu ketika di serang oleh Titok yang akhirnya
mengatakan "Umar, ini bukan masalah kesalahan data namun kejujuran
Mar".
Nah, kapabilitas, integritas, dan komitmen mungkin memang telah
menjadi landasan, namun keterbatasan ruang dan waktu akhirnya
mungkin membuat masih banyak individu yang melebihi Cacuk atau
Kuntoro dan tidak terdeteksi oleh scanning system mereka.
Orang dulu banyak yang menyangsikan Marzuki di jabatan Kejagung
karena ia dulu bagian dari Orba. Karena perubahan adalah absolut
menurut kang Panthom maka kini semakin berkurang penilaian negatif
teradap Marzuki.
Benar kata om mBien, resiko jabatan menuntut indidividu terutama
dalam jabatan publik untuk selalu siap dibicarakan atau disoroti.
Oleh karena itu, sikap profesional dan resiko jabatan itu tentunya
telah dipahami benar oleh pribadi-pribadi macam Marzuki, Laksmana,
Kwik, Kuntoro dan Cacuk, sehingga akrobattk politik tentunya bukan
menjadi bagian dari perilaku kepemimpinan mereka.
��
----- Original Message -----
From: mBin <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 13 January 2000 10:36
Subject: Re: [Kuli Tinta] Kuntoro Dir-Ut PLN
From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
Iya, anda benat bung Yap. Sayangnya Pak Cacuk pernah terlibat
aktif dengan
suatu Partai Politik-nya Adi Sasono, dan hingga saat ini belum ada
klarifikasi dari beliau mengenai hal ini. Semoga saja beliau mau
merespons
pertanyaan masyarakat (via DPR) mengenai kedekatan dan komitmen
beliau
dengan Partai-nya, karena hal ini akan dinilai sebagai kepanjangan
tangan
dari suatu kepentingan golongan/kelompok tertentu.
mBin:
naiknya cacuk dan kuntoro,
diduga sebagai sambungan politik dagang sapi partai pengikut gus
dur,
coba saja ing ngatasnya pejabat orba, orha masih diapakai di ordur
juga.....
kira-kira saja... apa kepentingan orang-orang yang mengusulkannya
?
atawa tidak adakah orang lain yang mampu menduduki jabatan itu ?
sedemikian huibatnya kah si cacuk en kontoro,
dan sedemikian begonya orang indonesia sisanya ?
--
Akibatnya adalah pada setiap kebijakan lugas dari beliau nanti,
akan
ditanggapi dengan kecurigaan dari sebagian anggota masyarakat.
mBin:
apapapun yang dilakukan,
ak akan ada yang percaya jika lepas dari yang namanya politik
kepentingan....
dan itu resiko jabatan....
salam,
mBin
----
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!