Saya justru malah khawatir bahwa monuver-monuver tokoh-tokoh di PT
itu seperti menelanjangi dirinya sendiri tanpa disadari.
Informasi yang semakin terbuka itu membuat masyarakat umum kini
kian mengerti bahwa ada golongan Islam sejuk yang dipresentasikan
oleh PKB dan Islam panas yang dipresentasikan oleh PT. Terutama
mereka yang dulu demikian percaya dengan monuver AR dengan PAN
sebagai partai terbuka tentu akan belajar dari kesalahan. Saya
menyangsikan apakah pemuka Katolik dan Kristen yang dulu
bergandengan tangan di Kridosono dengan AR akan mau mengulanginya
untuk 5 tahun yad demikian pula dengan beberapa kelompok keturunan
Tiong Hoa yang telah memberikan suaranya kepada PAN.
Tentu saja, ini bakal menjadi faktor yang menguntungkan bagi PKB
untuk memperbaiki perolehan suaranya.
��
----- Original Message -----
From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 13 January 2000 23:37
Subject: Re: [Kuli Tinta] James Danandjaja tentang Amien Rais
Menurut saya, semakin lama orang akan semakin mengerti akan
apa yang sebenarnya terjadi. PT mengklaim bahwa GD naik karena
perjuangan PT ? Saya rasa GD pasti tertawa dalam hatinya.
Kalau mau jujur, sebenarnya PT tadinya secara general
menjagokan Habibie. Coba saja diingat-ingat deh ...:)
Setelah keadaan berbalik setelah penolakan pertanggungan jawab
pidato Habibie, terlihat naiknya kans GD dan Megawati.
PT disini memanfaatkan keadaan, dengan justu mendompleng nama
GD. Coba kita tanya, seandainya PT tidak menjagokan GD, kira2
siapa yang akan mereka majukan ? AR ? atau HH ? atau Yusril ?
Saya pribadi tidak yakin kalau Golkar akan memberikan
suaranya kepada salah satu dari ketiga Tokoh ini.
Disinilah kehebatan AR bermain dengan cantik, dengan
menggalang Rekan2-nya membentuk PT, dan dengan demikian
beliau dapat bermain atas nama PT, dibanding bermain sebagai
Ketua Umum PAN yang ternyata hanya meraih 7% suara.
Dan moment pencalonan GD secara resmi oleh PT betul2 pas
timingnya dan dengan demikian mereka dapat meng-klaim
bahwa GD naik karena jasa PT.
Saya pribadi sebetulnya tidak begitu sreg dengan Mega, dan
itulah sebabnya saya (dan mungkin rekan2 disini) sangat lega
atas terpilihnya GD sebagai Presiden dan Mega sebagai Wapres.
Suatu hasil maksimal yang terbaik pada saat itu.
Kembali kepada PT, sebenarnya tanpa AR pun PT mempunyai
suara dan masa yang tidak sedikit. Bahkan PPP adalah Partai
yang terbesar dalam PT ini. Kepiawaian AR lah yang membuat
seolah-olah PT adalah AR, bukan HH. Ironi bukan ?
Kalau mau jujur, seharusnya AR lebih baik membenahi PAN
dan mempersiapkan diri untuk Pemilu 2004. Selain itu
sebaiknya beliau 'berlaku' sebagai Ketua MPR dan sebagai
seorang Guarantor pada pemilihan Mentri Kabinet saat ini.
Biar bagimanapun kita mensyukuri mempunyai tokoh se-kwalitas
AR yang pasti akan menjadi kontributor bagi perkembangan
politik di-Indonesia. Hanya saja AR mungkin harus lebih
transparan, realistis dan konsisten.
Saya sangat yakin, bahwa mayoritas umat Islam bukanlah
ada pada PT, karena disisi lain PKB jelas-jelas didukung
oleh Organisasi terbesar Islam di Indonesia.
Ini sekedar pemikiran pribadi. No heart feeling, Ok ?
Salam,
bRidWaN
---
At 12:26 PM 1/13/00 +0700, Yap C. Young wrote:
>
>SatuNet.com berani beraninya memuat pendapat Prof. Dr. James
Danandjaja
>seperti ini, apa dia nggak takut didemo seperti yang dipostingkan
mBah
>Soeloyo tempoh hari? Bicara lugas, jelas arahnya, yang walaupun
banyak
>orang juga berpendapat begitu, selama ini paling banter semua
hanya
>mbatin saja. Tidak berani mengungkapkan.
>Istilah 'Kancil yang licik' ditujukan kepada Amien Rais, dan
'ambisi
>menjadi Presiden' termasuk 'dukungan Poros Tengah', tidak ayal
lagi
>bakal digebuk rame rame oleh fans fanatiknya Amien, sekaligus
>'membenarkan' sinyalemen bung Martin Manurung. Jangan-jangan
Prof.
>James ini yang pakai nama Hihihiiik Yek disini tempoh hari.
>
>Banyak pertanyaan yang bisa diderivasi dari sini:
>
>Apakah GD menjadi Presiden karena dukungan PT atau karena
kebesaran
>dirinya? Kalau ya, kontrak politik macam apa yang dimainkan
selain
>bagi bagi kursi? Kalau memang PT sadar posisinya menentukan,
mengapa
>tidak mencalonkan AR saja, yang lebih safe? Kalau AR atau Yusril
>bertarung voting dengan MW siapa kira kira yang menang? Dengan
kata
>lain, suara Golkar diberikan kepada siapa kira kira?
>Kalau pertanyaan ini sudah terjawab, mengapa sepertinya PT
terkejut
>kejut atas 'keliaran' GD? Kalkulasi politik yang lemah, sekedar
>ingin nempil kamukten, atau sekedar memainkan drama satu babak?
>Ekspektasi yang nggak realistis atau sekedar ilusi? Bersyukurlah
>kita masih bisaa menjadi saksi kelanjutan kisah ini. Insya Allah.
>
>Ya lumayanlah, buat rame rame ngisi kolom berita. Kalau bahasa
>iklannya: Sudah tahu kok nanya....
>Kita tunggu laporan Republika, sebagai penyeimbang.
>
>Laporan Asep Salahudin Samboja (SatuNet.com):
>
>Ketua MPR Dr Amien Rais dinilai tengah mengincar posisi presiden
>dengan memanfaatkan isu Ambon dan kekuatan kelompok Poros Tengah
>demi popularitas...........
>....deleted....
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com
=-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!