On Thu, 13 Jan 2000, bRidWaN wrote:
> Menurut saya, semakin lama orang akan semakin mengerti akan
> apa yang sebenarnya terjadi. PT mengklaim bahwa GD naik karena
> perjuangan PT ? Saya rasa GD pasti tertawa dalam hatinya.
WAM:
Boleh saja anda merasa begitu.
Tapi, tidak ada orang PDI-P waras yang bakal mau kasih suara ke Gus Dur.
dan suara PDI-P cukup signifikan. Terus PKB. Selain memberi suara ke Mega,
kelompok Matori dkk hampir dipastikan akan memberi suaranya ke Mega.
Jadi, jika bukan (terutama) oleh Poros Tengah dan Golkar, dari mana suara
yang diperoleh Gud Dur? Utusan Golongan? Seberapa banyak mereka?
Anda boleh saja memperkecil sumbangan PT dan Golkar. Tapi, tanpa sumbangan
keduanya, pasti mega yang bakal jadi presiden.
> Kalau mau jujur, sebenarnya PT tadinya secara general
> menjagokan Habibie. Coba saja diingat-ingat deh ...:)
WAM:
Apa iya?
Yang jelas, mereka tidak mencalonkan Mega.
> Setelah keadaan berbalik setelah penolakan pertanggungan jawab
> pidato Habibie, terlihat naiknya kans GD dan Megawati.
> PT disini memanfaatkan keadaan, dengan justu mendompleng nama
> GD. Coba kita tanya, seandainya PT tidak menjagokan GD, kira2
> siapa yang akan mereka majukan ? AR ? atau HH ? atau Yusril ?
WAM:
Itu namanya kalkulasi politik.
Yang tidak dimiliki pendukung PDI-P sehingga Mega jeblok.
Andaisaja mereka tidak menjegal Habibie, dengan menerima
pertanggunganjawabnya, justru Mega yang akan naik.
> Disinilah kehebatan AR bermain dengan cantik, dengan
> menggalang Rekan2-nya membentuk PT, dan dengan demikian
> beliau dapat bermain atas nama PT, dibanding bermain sebagai
> Ketua Umum PAN yang ternyata hanya meraih 7% suara.
WAM:
Itu namanya kecerdikan politik.
Tidak sekedar nyeruduk saja.
> Saya pribadi sebetulnya tidak begitu sreg dengan Mega, dan
> itulah sebabnya saya (dan mungkin rekan2 disini) sangat lega
> atas terpilihnya GD sebagai Presiden dan Mega sebagai Wapres.
> Suatu hasil maksimal yang terbaik pada saat itu.
WAM:
Setuju.
Gus Dur tidak lebih dari the lesser evil bagi orang Islam.
> Biar bagimanapun kita mensyukuri mempunyai tokoh se-kwalitas
> AR yang pasti akan menjadi kontributor bagi perkembangan
> politik di-Indonesia. Hanya saja AR mungkin harus lebih
> transparan, realistis dan konsisten.
WAM:
Ya.
Jika tidak, model politiknya cuma serudukan.
Jika kalah, mengerahkan massa.
> Saya sangat yakin, bahwa mayoritas umat Islam bukanlah
> ada pada PT, karena disisi lain PKB jelas-jelas didukung
> oleh Organisasi terbesar Islam di Indonesia.
WAM:
Betul.
Sayangnya, PKB tidak memperjuangkan ummat, tapi memperjuangkan
pemimpinnya.
> Ini sekedar pemikiran pribadi. No heart feeling, Ok ?
>
> Salam,
> bRidWaN
k
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!