om mbiiiin..
jangan campur adukkan agama dengan musik dong.
kan musik itu haram. buktinya nabi milih tertidur daripada
mendengarkan musik padang pasir. agama itu hanya pantas
untuk bikin partai, untuk bikin poros, untuk ngatur negara.
sebodrek dengan manusia lain agama. salahnya bukan pilih
agama-ku... perduli amat denga nas "tak ada paksaan dalam
agama", yang penting kan kuuuuaaaaasaaaa....

bukan jamannya lagi, agama mung dibuat 
tong-jring-tong-jring mbin....
agama itu kudu keras, kudu berani mati, siapa kalah,
mati sahid, mati suci (yang takut mati bertimbun mayat
teman atau lawan, terus matu suri....) sorga jaminannya.
jangan dikira mereka mati.... mereka itu hidup mbiin.

agama itu harus dibela mati-matian, bukan untuk main musik.
kalau musik diagamakan.... eh salah.... agama dimusikkan,
lantas apa bedanya dengan ente jual ayat?

apa bedanya dengan kaum yahudi... yang tega menukar
dengan nilai yang sedikit, demi nefsiong un delong parlong?

sudah lah mbiiin, ada nggak saudaramu sing terbunuh di
maluku sana.... kalau ada, ayo segera asah pedang, gemuki
lubang moncong meriam tomong-mu atau bikin itu embom
melotoy nya.. kita bakar bersama bumi maluku... ku....ku...ku..

jdhor. krelip^krelip^krelip, begitu layar dibuka, oooo ternyata
sang prabu sepuh sedang terbahak-bahak di belakang 
panggung negara kethoprakan reruntuhan indonesia ini....
jenggleng....


mBahSoeL



-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke