ini rujak crobo agama,
di pasar malem sriwedari....

- mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> om mbiiiin..
> jangan campur adukkan agama dengan musik dong.
> kan musik itu haram. buktinya nabi milih tertidur daripada
> mendengarkan musik padang pasir. agama itu hanya pantas
> untuk bikin partai, untuk bikin poros, untuk ngatur negara.
> sebodrek dengan manusia lain agama. salahnya bukan pilih
> agama-ku... perduli amat denga nas "tak ada paksaan dalam
> agama", yang penting kan kuuuuaaaaasaaaa....

mohon dipersori, mBah..
bukannya cucu mau mencampuradukkan nasi sama rawon
tetapi maunya tongseng en timlo.....
lha iya... to...
kasian benar yang namanya agama itu,
diaku-aku datangnya dari surga dan empunya hidup...
lha koq nyatanya cuman untuk ngilangin hidup,
dan tangga untuk mencapai kursi tinggi....

mungkin benar bahwa agama itu 'ageman' 
pakaian yang dapat dipakai untuk bermacam-macam keperluan,

> bukan jamannya lagi, agama mung dibuat 
> tong-jring-tong-jring mbin....
> agama itu kudu keras, kudu berani mati, siapa kalah,
> mati sahid, mati suci (yang takut mati bertimbun mayat
> teman atau lawan, terus matu suri....) sorga jaminannya.
> jangan dikira mereka mati.... mereka itu hidup mbiin.

lha barangkali agama juga menyiratkan,
dan sangat layak dinterpretasi (lagi... lagi....)
sebagai sarana untuk mengurangi kepadatan penduduk...
ingindonesia rak kepadatan penduduk, tah ?

> agama itu harus dibela mati-matian, bukan untuk main musik.
> kalau musik diagamakan.... eh salah.... agama dimusikkan,
> lantas apa bedanya dengan ente jual ayat?

lho landasannya pan sama,
katanya agama itu universal
katanya musik itu universal
kalau ada yang salah pasti salah satunya salah 
atawa dua-duanya salah..
atawa orang salah interpretasi (again :-))

soal memusikkan agama atawa mengagamakan musik ?
itu rak sudah jamak en mode, to ?
sama seperti partai diagamakan dan agama dipartaikan,
kekuasaan diagamakan en agama dikuasakan (lho ?)

atawa a-gama itu berarti satu-gama atawa se-gama....
nggladur koq kejauahan....

> apa bedanya dengan kaum yahudi... yang tega menukar
> dengan nilai yang sedikit, demi nefsiong un delong parlong?

simbah ini koq ikutan yahudi minded, sih...
nanti jadi cina minded, padang minded, jawa minded..
dikit-dikit dibelokken ke sana .....
mirip si om begaya (kemana doi ?)


> sudah lah mbiiin, ada nggak saudaramu sing terbunuh di
> maluku sana.... kalau ada, ayo segera asah pedang, gemuki
> lubang moncong meriam tomong-mu atau bikin itu embom
> melotoy nya.. kita bakar bersama bumi maluku... ku....ku...ku..


lha kalo idup lagi sumpek,
siapa aja kan boleh dilawan,
kalau beraninya lawan kucing atawa ayam,
ya bikin itu binatang kelojotan...

kalau semua yang beda agama pantas disundut api,
ya biarlah bumi nusantara ini kembali membara,
biarlah keserakahan manusia menampilkan dirinya,
biarlah keberingasan manusia yang katanya beragama menunjukkan
jatidirinya...

maluku... malumu... malukita...
kalau ndak.. ya rai badak, rai gedhek... ra duwe rai...
dan rai silit...... 

> jdhor. krelip^krelip^krelip, begitu layar dibuka, oooo ternyata
> sang prabu sepuh sedang terbahak-bahak di belakang 
> panggung negara kethoprakan reruntuhan indonesia ini....
> jenggleng....

mBah mBah....
simbah koq ya ikutan mengkambinghitami sang prabu sepuh lagi,
bukankah sebagian besar orang sudah melakukan hal yang sama dengan sang
prabu tadi....
dalam diri manungsa ingindonesia..
sebenarnta sudah muncul prabu-prabu baru..
yang lebih ganas dari profesor supergenius sang prabu sepuh..

sampai sejauh ini mana musiknya ?
lha ternyata menag pantas disimpulkan,

agama tak sebanding dengan agama,
jika itu dikaitkan dengan kemanusian,
apalagi ketuhanan......

lha dipersori, sodara-sodara !!!

mBin
----

> mBahSoeL

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com

-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke