Gini ya Mbah. Masalah hitungan kan sebenarnya mengikuti petunjuk Nabi
Muhammad SAW. Misalnya shalat subuh 2 rakaat, dhuhur 4 rakaat, tarawih 11
rakaat, jadi enggak semau kita, gitu. Demikian juga dengan bacaan dzikir
yang dibaca sesudah shalat itu Subhanaallah 33x, Hamdalah 33x, dan takbir
33x, semuanya sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Kalau untuk dzikir2 pada
kesempatan lain sih terserah aja mau berapa kali juga, cuman biasanya orang
suka pake target, ingin 1000 kali misalnya. Kalo udah segitu paling enak kan
pake counter. Rasulullah sendiri menurut riwayat menghitungnya dengan
buku-buku jari. Kalau ada orang yang lebih suka pake tasbeh ya monggo aja.
Itu kan cuma tool aja, enggak usah dibikin ruwet wet wet................



Riev


----- Original Message -----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, January 31, 2000 6:32 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] YESUS SANG ANAK MANUSIA


| ----- Original Message -----
| From: Arief Rakhmatsyah <[EMAIL PROTECTED]>
| To: <[EMAIL PROTECTED]>
| Sent: Monday, January 31, 2000 6:06 PM
| Subject: Re: [Kuli Tinta] YESUS SANG ANAK MANUSIA
| Mbah, mbah. Sampeyan ini gimana sih. Tasbih itu kan cuma alat hitung.
| Mau
| pake counter yang dipencet-pencet juga monggo aja.
|
| mBS:
| lha justru menghitung dzikir itu yang rasanya telah tercampur.
| nggak tahu ding kalau dzikir itu bukan dianggap kegiatan religious.
| padahal apakah layak memuji tuhan dihitung-hitung?
| kan ketentuannya harus mengingat-Nya dalam keadaan bagaimana
| pun, kecuali sedang tidak "eling" misalnya tidur atau pingsan.
| betul ya?
|
| ---------------



-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke