SLM :
Waduh .... kalo njawabnya kaya gitu ... kelihatannya
kita perlu mengadakan studi literatur lebih mendalam
kenapa kok sampe ada tasbih ....
kenapa kok sampe ada bedug .....
apa itu juga sebagai contoh dari mencampuradukkan agama ??
supaya lebih jelas .... mari kita mencoba untuk memperluas wawasan
agama .... khususnya bagi para netter muslim ....
Dalam agama Islam .... kita orang islam dianjurkan untuk mensandarkan
segala aturan pada Al-Qur'an dan Hadist.
Dan juga pada ijtihad orang-orang yang memang berhak untuk berijtihad
(mujtahid persyaratannya buuuuuuuuueratttttt ... gak semua orang boleh
berijtihad)
nah .... adanya tasbih dan bedug itu bukanlah contoh dari mencampur
agama
karena tasbih dan bedug bukanlah dasar ajaran dari orang budha ...
bahkan
bukanlah merupakan perlambang (sebagaimana orang kristen melambangkan
penyaliban yesus dengan salib) .... tapi hanya sebagai alat
nah ... karena tasbeh dan bedug juga dapat bermanfaat tanpa mengganggu
AKIDAH ... kenapa hal itu tidak digunakan.
Mungkin lebih ringkasnya .... hal pencampuradukkan yang dimaksud adalah
lebih mengarah ke AKIDAH dan AKHLAQ dalam beribadah pada Allah
Wallaahua'lam
> -----Original Message-----
> From: mBah Soeloyo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Monday, January 31, 2000 3:57 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] YESUS SANG ANAK MANUSIA
>
> Memang agama tidak boleh dicampur-campur ya?
> lha kalau kenyataannya sekarang ini sudah campuran
> gimana?
>
> Ambil contoh, kebiasaan muslim menghitung dzkir pakai
> tasbih lah yang gampang dan mudah dilihat. (sering kan
> di cock-pit mobil (key junk) digantungin tasbih?).
> ternyata ini berasal dari kaum sufi. Dari mana si sufi belajar?
> katanya dari para pertapa atau biarawan Nasrani. Dari mana
> Nasrani memakai Tasbih? ternyata setelah dirunuuuut sampai
> mbah-mbahnya, berasal dari ajaran Shakamuni atau Budha,
> yang memang ritualnya sering melakukan hitungan-hitungan
> begitu (eh, ini tak lihat dari siaran TV NHK lho, pas acara
> yang berjudul PENYEBARAN ISLAM (ISURAMU KYOUTO
> NO KOURYUU)
>
> Eh, adalagi yaitu BEDUG.
> Padahal dicontohkan pada masa kehidupan Nabi, untuk
> mengundang ummat ya cukup AZAN. Lho kenapa di Nusantara
> kok pakai BEDUG? Malah ada acara PESTA BEDUG lagi...
> yang ngabisin duit... dan PAMER.
>
> Ternyata karena pusat penyebaran awalnya agama islam di
> Indonesia itu tak lain kerajaan Bintara Demak. Yang konon
> banyak wali-walinya berasal dari anak buahnya Ceng Hong
> (kata Kang Marto Ember), matawa dari Cinten.. hehehe.
> Lho apa hubungannya? Ternyata pemakaian Bedug untuk
> acara keagamaan adalah berasal dari TIBET (Budha lagi lho),
> berhubung di alam situ duluuuuu tak biasa pakai lonceng (lho yang
> ini kok juga ngepop di gereja ya?) kaya di China atau India,
> wong bahannya nggak ada. Berhubung adanya ternak WEDHUS
> atau SAPI ya sudah, jadilah BEDHUG.....
>
> dah ah, segini dulu.... yang jelas memang mencampur yang
> ENAK dengan ENAK kadang jadi nggak ENAK. Misalnya
> mBAKSO ENAK dicemplungi mBAKO ENAK... heheee
>
>
> mBah Soeloyo
> Moderator ML JOWO WOJOSETO
> SURADIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI
>
>
>
>
> -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!