On Wed, 2 Feb 2000, Martin Manurung wrote:

> "NATAL" itu artinya apa? "NATAL" itu artinya "LAHIR". Karena itu ada
> parameter kependudukan yang namanya "NATALITAS", yang artinya "TINGKAT
> KELAHIRAN". Nah, kalau NATALNYA NABI ISA Al-Masih (berarti: LAHIRNYA NABI
> ISA Al-Masih.)., apakah salah bagi ummat muslim untuk merayakan dan
> menyelamatinya?

WAM:
Tidak pernah orang Islam merayakan kelahiran Nabi Isa.
Rasanya, tidak ada Nabi yang kelahirannya diperingati. Bahkan nabi
Muhammad sendiri juga tidak diapa-apakan kelahirannya. Karena, dikuatirkan
akan menyebabkan pengkultusan, dan akhirnya _mengalahkan_ keberadaan Tuhan
sendiri.
 
> Ini bertanya saja. Kalau sama saya sih, no problem. Diselamatin tidak
> untung, tidak diselamatin ya nggak rugi juga. Yang penting, saya punya
> komitmen bahwa akan selalu memberikan selamat Idul Fitri dan Idul Adha bagi
> saudara-saudara ummat Islam. Bagi saya, itu bentuk implementasi _sederhana_
> dari penghormatan dan rasa persaudaraan saya kepada saudara-saudara saya
> ummat Islam. Apalagi, walaupun saya beragama Kristen, saya sangat menikmati
> suasana Idul Fitri dan pesan perdamaian (bermaaf-maafan) yang terkandung
> didalamnya.

WAM:
Anda memang bisa bilang demikian. Diselamati syukur, enggak ya sudah.
Tapi, nggak semua orang Kristen berpendapat begitu lho. Ada yang
menganggap itu sebagai simbol kerukunan.

Bahwa saya juga berniat rukun dengan pemeluk agama lain, itu tidak perlu
diperdebatkan. Dan sudah saya buktikan dengan banyaknya teman saya yang
juga berlainnan agama.  Namun, saya tidak setuju kalau kerukunan itu
diidentikkan dengan melakukan hal-hal yang tidak dianjurkan oleh akidah.
Menghadiri perayaan Natal, misalnya.

> Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> ____________________________________________
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> 


-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke