At 12:14 02/02/00 +0700, Wisnu Ali Martono wrote:
>----dihapus----
>WAM:
>Tidak pernah orang Islam merayakan kelahiran Nabi Isa.
>Rasanya, tidak ada Nabi yang kelahirannya diperingati. Bahkan nabi
>Muhammad sendiri juga tidak diapa-apakan kelahirannya. Karena, dikuatirkan
>akan menyebabkan pengkultusan, dan akhirnya _mengalahkan_ keberadaan Tuhan
>sendiri.
>
> ----dihapus-----
>
>WAM:
>Anda memang bisa bilang demikian. Diselamati syukur, enggak ya sudah.
>Tapi, nggak semua orang Kristen berpendapat begitu lho. Ada yang
>menganggap itu sebagai simbol kerukunan.
>
>Bahwa saya juga berniat rukun dengan pemeluk agama lain, itu tidak perlu
>diperdebatkan. Dan sudah saya buktikan dengan banyaknya teman saya yang
>juga berlainnan agama. Namun, saya tidak setuju kalau kerukunan itu
>diidentikkan dengan melakukan hal-hal yang tidak dianjurkan oleh akidah.
>Menghadiri perayaan Natal, misalnya.
>
>
Saya pingin tau komentar Pak WAM ttg misalnya, Yasser Arafat yg setiap
Natal menghadiri misa Natal di Gereja Palestina. Bahkan kelihatanya ikut
prosesinya. Ini artinya Yaser telah murtad terhdp aqidah? Pertanyaan ini
benar2 saya ajukan krn ingin tahu.
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!