Saya terkejut ketika pemilis yang enerjik ini tiba tiba terbawa peran dan
nampak hanyut dalam emosi beneran. Atau mungkin itu salah satu role
playing-nya. Setelah suatu episode eyel-eyelan panjang, tiba tiba dia
mengakhiri dengan : Sampai jumpa, entah di mana .... Lho kok?
Ucapan ini biasanya didengar dijaman revolusi, kalau seorang pejuang harus
berpisah front karena panggilan tugas. Dan tidak pernah dipakai untuk
ngambek atau mutung.
Banyak posting cak Gigih yang gagah perkasa, maupun sekedar canda. Biasanya
dia santai saja menghadapi setiap masalah. Tetapi sekali ini entah kenapa,
agak lain.
Mungkin cak Gigih mau pergi beneran, mungkin juga enggak. Yang jelas tidak
sulit bagi ahli internet macam cak Gigih untuk sign up lagi dengan nama lain
dan masuk lagi. Bagi saya nama beneran atau nama bohongan, silahkan saja.
Setiap orang boleh memutuskan yang terbaik bagi dirinya. Dan setiap orang
boleh menilai lainnya. Sejauh saling menjaga harmoni, ya ndak masalah. Bebas
saja.
Saya berharap masih dapat membaca celotehnya yang segar, khas Surabaya,
termasuk trend perkembangan internet atau sekedar cerita lokal di timur
sana.
Satu trend yang diperkenalkan Gus Dur dalam era reformasi ini adalah
kemampuan dan keberanian memahami orang lain sebagaimana adanya. Sebagai
Guru Bangsa, beliau memberikan pelajaran ini sangat berharga, setelah
berlalunya periode atur mengatur, seragam menyeragamkan yang ternyata
dibalik itu semua adalah penyengsaraan dan kooptasi sesama secara
sistematis.
Wajar saja kalau masih banyak yang belum mampu adaptasi pada paradigma yang
dialirkan begitu saja tanpa preface, sadar atau tidak. Ada yang mengecap
gaya pesantren, ada yang melecehkan beliau dengan issue pembisik, dan cara
lain yang menunjukkan ketidak nyamanan diri karena belum mampunya memahami
Gus Dur. Untuk seorang dengan IQ jauh diatas 132 macam beliau (sekitar 176
kalau nggak salah), tidak ada sedikit keraguan saya bahwa beliau several
steps ahead of the average people. Jadi upaya underestimate Gus Dur yang
sekarang banyak terdengar hanyalah demonstrasi menelanjangi betapa telminya
diri.
Alangkah indahnya kalau istilah harus dan jangan dihapus dari semua kamus,
sehingga positive thinking dan mutual respect lebih banyak mewarnai
kehidupan. The keyword is : adapt to it.
Nah Cak, please do not go away.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!