Analogi Gudhig.
============
Tanggapan untuk pak Hasan.
Saya agak sulit untuk menemukan kata yang pas untuk menjelaskan
luka ang mulai kering itu. Dalam bahasa jawa, dinamakan gudhig.
Bila luka sudah mulai mengering maka proses yang bagi beberapa
orang menyenangkan (seperti saya) adalah mengelupas pelan-pelan
gudhig tersebut tanpa menimbulkan luka baru.
Analogi gudhig, demikia pula dengan situasi di Indonesia saat ini.
Luka cukup dalam selama 32 tahun itu sudah diberi antibiotik dan
lukanya mulai menering sehingga bagian-bagian tepi mulai bisa
dilkelupas.
Demikian banyak contoh bagaimana pengelupasan itu mulai dilakukan
agar tidak menimbulkan luka baru. Sebut saja sebagai misal, kasus
Bank Bali, BLBI, Aceh, Irian, Ambon, Texmaco, 27 Juli, dst. Juga
Prabowo mulai bersuara mengenai kasus Mei sehingga masyarakat
mulai bisa merangkai kembali puzzle informasi yang tersedia.
Setiap saat muncul informasi mengenai PRAKTEK NEGATIF MASA LALU
saya membayangkan sedang mengelupas gudhig secara pelan-pelan.
Sedikit gatal agak pedih namun nikmat.
Saya pikir, usaha untuk mewujudkan Indonesia Baru, dalam hal ini
salah satunya dimulai dengan pengelupasan gudhig itu, tidak harus
perlu dilihat siapa yang mengelupas. Siapun mereka, media apapun
mereka, kalau tujuannya untuk pengelupasan gudhig maka kita tidak
perlu bersikap apriori. Bagi saya, Liem Bian Koen, Sinivasan,
Pande Lubis, Tanri Abeng, Feisal Tanjung, Sanwar Hamid, Soerjadi,
dsb kalau memang bersalah maka biarkan saja sistem hukum negara
kita yang menanganinya. Bukankah supremasi itu yang kita harapkan
sebagai antibotik agar luka itru segera menjadi gudhig?
��
----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: Millis Kuli-Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 28 February 2000 15:41
Subject: [Kuli Tinta] KWIK vs SOFYAN
Saya kira cuma di Republika yang "islam" itu. Ternyata ada pula di
tabloid
Detak milik Eros Jarot yang amat "pdip" pula.
Perseteruan yang rupanya sudah lama antara Kwik dan Sofyan kian te
rbuka.
Isyu soal Kwik punya Panti Pijat Dusit ternyata lahir dari
tembakan Sofyan.
Kwik membalasnya dengan tembakan jitu pula. Skandal Gemala yang
membuat hati
orang bersih itu amat gundah dan jengkel-pun dibongkarnya kepada
pers.
Gemala Container utang 100 Milayar pada BNI. Bayarannya adalah
bunga
deposito 40 Milyar . Pinjaman tersebut akan lunas 84 tahun lagi ,
yaitu
berdekatan dengan persiapan pesta abad 22.
Tabloid Detak agak lebih sadis sedikit . Alinea pembukaannya
berbunyi begini
: " Semenjak dilantik Presiden sebagai ketua DPUN nama Sofyan
Wanandi seolah
tercuci oleh sabun. Bersih, putih, dan mengkilap tanpa noda.....".
Judulnyapun mengundang sentimen rasialis : "Kredit Macet Lim Bian
Koen ".
Masyaallah !
Wassalam.
Abdullah Hasan.
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!