Abdullah Hasan wrote:

> Saya kira cuma di Republika yang "islam" itu. Ternyata ada pula di tabloid
> Detak milik Eros Jarot yang amat "pdip" pula.
>
> Perseteruan yang rupanya sudah lama antara Kwik dan Sofyan kian terbuka.
> Isyu soal Kwik punya Panti Pijat Dusit ternyata lahir dari tembakan Sofyan.
> Kwik membalasnya dengan tembakan jitu pula. Skandal Gemala yang membuat hati
> orang bersih itu amat gundah dan jengkel-pun dibongkarnya kepada pers.
> Gemala Container utang 100 Milayar pada BNI. Bayarannya adalah bunga
> deposito 40 Milyar . Pinjaman tersebut akan lunas 84 tahun lagi , yaitu
> berdekatan dengan persiapan pesta abad 22.
>
> Tabloid Detak agak lebih sadis sedikit . Alinea pembukaannya berbunyi begini
> : " Semenjak dilantik Presiden sebagai ketua DPUN nama Sofyan Wanandi seolah
> tercuci oleh sabun. Bersih, putih, dan mengkilap tanpa noda.....".
> Judulnyapun mengundang sentimen rasialis : "Kredit Macet Lim Bian Koen ".
>
> Masyaallah !
>
> Wassalam.
> Abdullah Hasan.
>

Tulisan Pak Abdullah menginggatkan saya atas kritik KKK tempo hari ttg banyak
org Tionghoa ganti nama. KKK mengatakan bhw hal itu tak perlu krn tdk berkaitan
dng rasa nasionalis. Kalau Cinanya brengsek ganti nama ya tetap saja brengsek.
KKK juga membantah kalau pake nama Tionghoa akan mendpt perlakuan birokrasi lbh
jelek ketimbang pake nama Indonesia. Buktinya dirinya sendiri, tetap pake nama
Tionghoa tdk merasa diperlakukan jelek.

KKK lupa bhw 'gerakan' ganti nama itu tdk lepas dari tekanan dan penerapoan
diskriminasi pemerintahan Soeharto terhdp org2 Tionghoa. Sedangkan soal dia
tetap pake nama Tionghoa, tdk mendpt perlakuan yg jelek, saya punya komentar.
Kenapa KKK tdk mendpt perlakuan yg tdk baik sebagaimana Tionghoa lain yg tetap
memakai nama Tionghoanya? Karena KKK merupakan figur yang sdh dikenal luas
secara nasional. Oleh krn itu kaum birokrat umumnya segan u/ memperlakukan KKK
sebagaimana Tionghoa pd umumnya. Jadi, sebenarnya KKK tidak memakai ukuran yang
berpijak pd dirinya sendiri, tetapi harus berdasarkan pengalaman kaum Tionghoa
secara umum.

Saya tdk tahu apakah cara pemberitaan Detak akan disetujui oleh KKK atau tidak.
Tetap tentu saja, pemberitaan detak membuktikan kpd kita bhw masalah sentimen
ras msh tetap hidup. Tdk perduli apakah itu dari "pendukung PDIP" atau bukan.
Ada yg bilang KKK suka menjaga jarak dng etnis Tionghoa <?>


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke